Buka Gebyar Karya Pertiwi 2019, Panglima TNI Banggakan Kearifan Lokal RI

Buka Gebyar Karya Pertiwi 2019, Panglima TNI Banggakan Kearifan Lokal RI

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 08:59 WIB
Foto: Gebyar Karya Pertiwi 2019 (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Foto: Gebyar Karya Pertiwi 2019 (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membuka Gebyar Karya Pertiwi 2019 dan Military Attache Spouses Culture dalam rangka memperingati HUT ke-74 TNI. Marsekal Hadi berbicara soal kearifan lokal yang menurut dia amat membanggakan.

"Indonesia adalah wilayah yang sangat besar dengan berbagai budaya yang ada di dalamnya dan suku-suku yang begitu banyak. Negeri yang begitu indah akan keberagaman budaya," kata Marsekal Hadi di lokasi acara, Balai Sudirman, Jl Dr Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019).

Marsekal Hadi menceritakan kunjungannya ke berbagai wilayah Indonesia. Dia mengaku sangat bangga karena disambut dengan beragam kebudayaan lokal.

"Dan setiap kali saya berkunjung ke wilayah pasti disambut dengan kearifan lokal, yaitu budaya tari-tarian yang begitu menawan. Itu pun belum semua, negeri tercinta ini saya kunjungi dengan berbagai budaya yang ada. Saya terkagum-kagum dengan berbagai kearifan lokal tersebut," sebut Hadi.

Di Gebyar Karya Pertiwi 2019, Marsekal Hadi menyebut beragam kebudayaan Indonesia seperti yang dijelaskannya tadi bisa dinikmati, termasuk kekayaan budaya negara-negara sahabat. Dia juga yakin acara ini bisa meningkatkan sektor ekonomi kreatif.


"Saya juga ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada seluruh atase pertahanan negara sahabat beserta istri yang telah turun memeriahkan acara ini," sebut Hadi.

"Saya sangat menghargai. Prakarsa Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture tahun 2019 dalam satu tempat kita tidak hanya bisa melihat kekayaan budaya negara Indonesia, kita juga dapat mengetahui kekayaan budaya dari negara sahabat, ditambah lagi Gebyar Karya Pertiwi juga mengedepankan peningkatan ekonomi kreatif sesuai dengan bidang-bidangnya," dia menambahkan.

Di lokasi yang sama, Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto punya harapan terkait acara ini. Dia ingin produk yang didagangkan bisa sampai ke luar negeri.

"Harapannya supaya ibu-ibu yang punya aktivitas yang biasanya hanya dikenal oleh lingkungan setempat saja sekarang bisa dijualbelikan di seluruh mancanegara," jelas Nanny. (gbr/aik)