Bupati Tamzil Jadi 'Senjata' KPU Tolak Eks Koruptor di Pilkada

Round-Up

Bupati Tamzil Jadi 'Senjata' KPU Tolak Eks Koruptor di Pilkada

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 12 Nov 2019 07:07 WIB
Ilustrasi (Foto: ilustrasi oleh Edi Wahyono/detikcom)
Ilustrasi (Foto: ilustrasi oleh Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Sebuah adagium menyebutkan manusia tempatnya salah. Namun bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU), manusia yang berulang melakukan kesalahan yang sama tak seharusnya mendapat kesempatan menjadi pemimpin.

Ketua KPU Arief Budiman kembali memperjuangkan agar para mantan terpidana kasus korupsi tidak bisa lagi mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Pada Pileg 2019 Arief dan para penggawa di KPU sebetulnya sudah mengangkat persoalan ini tetapi terbentur hierarki aturan.

Kini KPU kembali ancang-ancang. Terlebih KPU memiliki argumen kuat untuk mendukung rencananya itu.




"Ada argumentasi kalau sudah ditahan, dia sudah menjalani kan sudah selesai, sudah tobat, tidak akan terjadi lagi. Tetapi faktanya Kudus itu kemudian sudah pernah ditahan, sudah bebas, nyalon lagi, terpilih, korupsi lagi," kata Arief di Kantor Presiden, Senin (11/11/2019).

Ucapan Arief itu merujuk pada Muhammad Tamzil yang terjerat korupsi 2 kali. Dia merupakan Bupati Kudus nonaktif.

"Nah melihat perdebatan, ini sudah tidak sekeras dulu lagi, pembahasan kita saya rasa semakin banyak yang punya napas yang sama, punya rasa yang sama, ya kita butuh yang ini. Tapi siang ini kita masih melakukan pembahasan lagi di DPR dan pemerintah di Komisi II," ujar Arief.

Selanjutnya
Halaman
1 2