Menhan Prabowo: Strategi Tak Boleh Didasarkan Doa

Mochamad Zhacky - detikNews
Senin, 11 Nov 2019 15:15 WIB
Prabowo Subianto (Mochammad Zhacky/detikcom)
Prabowo Subianto (Mochammad Zhacky/detikcom)
Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menegaskan penyusunan kebijakan umum perihal pertahanan negara tidak boleh didasari harapan. Prabowo mengaku tidak akan menjadikan sebuah harapan sebagai dasar dalam menyusun kebijakan pertahanan negara.

"Saya juga ingin menyampaikan dalam rumusan kebijakan umum nanti, saya menganut suatu istilah yang sangat sederhana, kebijakan kita tidak boleh didasarkan atas harapan, hope is not a policy. Kita jangan berharap mudah-mudahan tidak ada negara yang akan mengganggu kita," kata Prabowo dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi I DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2019).


Prabowo juga menyinggung soal strategi pertahanan negara. Dia menekankan bahwa penyusunan strategi menjaga pertahanan negara tak boleh didasari doa.

"Kemudian maaf, kita memang bangsa yang beragama. Tapi saya perumus kebijakan umum di bidang pertahanan. Strategi tidak boleh didasarkan atas doa, prayer is not a strategy," tegasnya.


Menurutnya, kebijakan dan strategi akan berujung investasi. Yang dimaksud investasi oleh Prabowo adalah sumber daya manusia (SDM) dan teknologi.

"Policy dan strategy ujungnya adalah investasi. Investasi adalah sumber daya manusia dan teknologi. Doktrin dan strategi yang tepat, kemudian kekuatan yang memadai," sebut eks Danjen Kopassus itu.




Tonton juga video Raker Bareng Menhan, F-PPP Sebut Menkeu Tukang Bayar dan Utang:

[Gambas:Video 20detik]



(zak/gbr)