MUI Jatim Imbau Tak Pakai Salam Semua Agama, MUI Sulsel Bicara Harmoni

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Senin, 11 Nov 2019 14:47 WIB
Gedung MUI Pusat. Foto: Ari Saputra
Makassar - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) mengeluarkan imbauan agar pejabat tidak menggunakan salam semua agama. Soal hal ini, MUI Sulsel akan mengkaji soal imbauan tersebut.

"Kami akan mengkaji lebih dahulu, sebelum mengeluarkan imbauan," kata Wakil Ketua MUI Sulsel Muhammad Ghalib kepada detikcom, Senin (11/11/2019).


Terlepas soal akan adanya imbauan ini atau tidak di Sulsel, Ghalib menyebut MUI Sulsel berupaya memelihara, toleransi, kerukunan, dialog antaragama.

"Bahkan juga interaksi sosial yang harmonis bahkan kerjasama sosial antar umat beragama berdasarkan tuntunan alquran dan sunnah Rasulullah," tegasnya.

Hingga saat ini, lanjut Ghalib, imbauan larangan salam semua agama masih dalam kajian internal pihaknya. "Nanti dikaji lebih dahulu di internal MUI," ujarnya.


MUI Jatim mengimbau para pejabat tak memakai salam pembuka semua agama saat sambutan resmi. Menurutnya, salam ini justru bukan lah wujud toleransi.

Ketua MUI Jatim KH. Abdusshomad Buchori mengatakan pluralisme memang dianjurkan. Namun, pluralisme agama merupakan hal yang keliru. Menurut Kiai Somad, sapaan akrabnya, beribadah dalam suatu agama tidak boleh dicampuradukkan. Karena setiap agama memiliki sistem ibadah sendiri-sendiri.

"Kalau menggunakan salam campuran, itu mencampuradukkan agama, jadi pluralisme agama itu tidak boleh. Saya terangkan di dalam tausyiah agama, itu tidak boleh. Karena agama itu eksklusif, karena keyakinan itu adalah sistem, agama itu sistem keyakinan dan agama punya sistem ibadah sendiri-sendiri," papar Kiai Somad.




Tonton juga video Kata MUI Soal Pasal Santet dalam RUU KUHP:

[Gambas:Video 20detik]



(fiq/tor)