Ortu Murid Minta Gedung Sekolah Disita, SMA Gonzaga: Salah Alamat

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 11 Nov 2019 13:37 WIB
Sidang gugatan SMA Gonzaga (Foto: Yulida Medistiara/detikcom)
Sidang gugatan SMA Gonzaga (Foto: Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta - Orang tua murid yang anaknya tidak naik kelas, Yustina Supatmi menuntut SMA Gonzaga membayar ganti rugi Rp 551 juta dan gedungnya disita. SMA Gonzaga menilai tuntutan tersebut salah alamat.

Kuasa hukum SMA Gonzaga, Edi Danggur mengatakan para tergugat merupakan individu dan bukan pemilik gedung. Ia mempertanyakan dasar para penggugat menuntut agar aset sekolahnya disita.

"Itu lah yang penggugat harus mengerti. Syarat untuk ajukan sita jaminan itu apa? Syarat utama ajukan sita jaminan itu adalah barang yang disita itu adalah milik tergugat," kata Edi, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).



"Sekarang yang dia tarik sebagai tergugat itu adalah guru-guru yang bekerja di sekolah itu. Jadi itu berarti apa? Gedung dan tanah sekolah itu pasti bukan milik guru-guru itu. Dia hanya dapat gaji kok. Dia hanya kerja disitu. Lalu masa sita, itu kan tanah orang lain. Tanah milik yaitu yayasan," sambungnya.

Sementara itu, terkait gugatan ganti rugi Rp 551 juta, Edi juga mempertanyakan besaran perhitungan kerugian. Ia menilai wajar jika sekolah ada biaya baju seragam dan peralatan sekolah.

"Kalau nominal itu kan fiksi, sekarang pertanyaannya gugatan seperti itu dasarnya apa. Kalau bicara uang pakaian seragam dimana-mana sekolah pakai seragam, kalau buku pelajaran, dituntut gitu, pasti juga dong. Memang namanya orang tua kan pasti membeli buku buat anaknya dong," tuturnya.



Ortu Siswa yang Gugat SMA Gonzaga: Apakah Sesuai Permendikbud?:


Selanjutnya
Halaman
1 2