Sosok di Balik Tukang Pulas Foto Jadul yang Viral Ternyata Polisi

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Senin, 11 Nov 2019 09:52 WIB
Foto: Instagram tukangpulas_asli (dok.istimewa)
Foto: Instagram tukangpulas_asli (dok.istimewa)
Jakarta - Melihat foto-foto hitam-putih zaman dulu (jadul) membuat kita kembali ke masa lalu. Seperti foto tokoh-tokoh RI atau tempat-tempat bersejarah pada zaman dahulu yang diwarnai oleh pemilik akun Twitter @tukangpulas, membuat memori pada zaman itu lebih hidup. Namun, siapa sangka, ternyata sosok di balik pemilik akun itu adalah seorang anggota polisi.

Dialah Aipda Heru Iswanto sebagai anggota Subdit Kamsel Dit Lantas Polda Metro Jaya merupakan sosok di balik akun @tukangpulas. Mewarnai foto-foto jadul merupakan hobi Heru untuk mengisi kesenggangannya sebagai anggota polisi.

"Saya mulai dinas di kepolisian tahun 2001. Awal berdinas di Direktorat Samapta selama kurang lebih 1 tahun," Heru memulai perbincangan dengan detikcom di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Pada tahun 2002, Heri dirotasi ke Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Hingga saat ini, dirinya masih menjadi anggota Polri aktif dan menjalankan tugasnya sebagai anggota Subdit Kamsel Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

"Kemudian saya pindah ke Direktorat Lalu Lintas sampai sekarang. Dari 2002 sampai ke Direktorat Lalu Lintas," Heru.

Aipda Heru IswantoFoto: Aipda Heru Iswanto (Samsuduha/detikcom)




Foto-foto jadul hasil editannya kemudian dia posting di akun media sosial Twitter dan Instagram. Awalnya, Heru enggan membuka jati dirinya ke publik saat dia tahu jika hasil karyanya mulai viral di media sosial dna hingga kini memiliki 53 ribu lebih followers.

"Alasan utama sih saya nggak mau ada jarak ya, jarak antara si A dan si B atau si pemilik akun dengan ini tuh. Orang kan kalau di Indonesia banyak yang lihat profesi ya jadi saya upayakan biar lebih luwes aja gitu dengan para netizen," kata Heru.

Heru memilih menyembunyikan jati dirinya sebagai anggota polisi agar lebih luwes berinteraksi dengan followersnya.

"Jadi saya memilih nggak buka jati diri saya aja, Saya juga menjaga bahwa profesi saya ibaratnya sangat sakral, tidak banyak orang bisa seperti saya dengan seragam polisi ini sangat-sangat buat saya harus dijaga," sambungnya.

Seiring berjalannya waktu, profesi Heru akhirnya terungkap setelah seorang netizen mengungkapnya. Heru pun tidak mempermasalahkan. Toh kegiatannya dalam media sosial pun memberikan inspirasi yang positif.

"Bukannya saya nggak mau membuka diri cuma saya lebih pengen ya kita berjalan, ya sudah sosmed berjalan apa adanya. Yang penting kita selama bersosmed isi kita positif dan untuk memberi informasi ke orang-orang," kata Heru.





Selanjutnya
Halaman
1 2