Memahami Meme

Richard Dawkins: Meme Adalah Virus di Otak Anda

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 10 Nov 2019 14:31 WIB
Foto: Richard Dawkins (dok. Pribadi)
Foto: Richard Dawkins (dok. Pribadi)

Dawkins mengutip rekannya yang merupakan ahli neuropsikologi, Nicholas Keynes Humphrey, untuk menjelaskan sifat meme dalam perkembangan kebudayaan manusia. Meme bersifat seperti virus (viral) yang menjangkiti pikiran orang.

"Bila Anda menanam meme yang subur dalam pikiran saya, Anda secara harfiah menaruh parasit ke dalam otak saya, mengubah otak saya menjadi wahana pembiakan meme sama seperti virus menjadi parasit bagi mekanisme genetis sel inang. Dan ini bukan sekadar ungkapan," kata Dawkins.


Ada meme yang tetap lestari sejak zaman kuno, ada pula meme yang berumur pendek. Meme dalam bentuk 'gagasan tentang Tuhan' dinilai Dawkins punya kelestarian yang tinggi karena daya tarik psikologisnya yang besar. Kasih ilahi menyediakan dukungan efektif bagi manusia, dari era dahulu hingga era sekarang. Ini sama dengan gagasan tentang kehidupan setelah mati, siksa api neraka, dan keimanan.

Dawkins memahami itu semua sebagai bentuk-bentuk meme. Dawkins memang lebih dikenal sebagai ateis seleb karena populer oleh pernyataannya yang dinilai anti-agama dalam kesempatan tertentu.

Tiga hal yang harus ada agar meme lestari, yakni umur panjang, kemampuan melahirkan anak, dan ketepatan replikasi (memberbanyak diri).

Meme dalam bentuk musik juga ada yang lestari sejak zaman dulu. Simfoni ke-9 milik Beethoven misalnya, diciptakan tahun 1822 dan tetap terdengar sampai 2019. Penggalan Simfoni ke-9 (Ode to Joy) ada dalam nada dering ponsel, nada alarm, nada stasiun kereta api, atau dalam nada lagu dangdut.

"Imitasi atau peniruan dalam arti luas adalah cara meme bisa bereplikasi (memperbanyak diri)," tulis Dawkins.


Ada dua hal yang ditinggalkan manusia usai mati, yakni gen dan meme. Meme cenderung lebih abadi daripada gen. Dawkins menyatakan gen manusia bakal hilang dalam tiga generasi keturunannya. Misalnya, Elizabeth I adalah keturunan langsung dari William Sang Penakluk (Abad 11 Masehi), tapi bisa jadi gen William Sang Penakluk sudah tak ada di tubuh Elizabeth II. Gen manusia terdahulu akan rusak seiring berlangsungnya keturunan.

"Namun jika Anda bersumbangsih kepada budaya dunia, jika Anda punya gagasan bagus, menulis lagu, menciptakan alat, menulis puisi, maka karya itu bisa terus hidup, utuh, lama setelah gen Anda terburai di dalam lumbung gen bersama," tulis Dawkins.


Saat itu, dia tidak berbicara mengenai konsep meme sebagai konten di internet secara khusus melainkan meme sebagai konsep filosofis secara umum.

Belakangan, internet berkembang dan Dawkins juga masih hidup. Dia merespons hal ini dalam presentasi menggelitik (khas meme internet) yang diselenggarakan Saatchi & Saatchi New Directors' Showcase 2013. Sejak saat itu, pencipta meme kemudian berubah menjadi meme itu sendiri.

"Dan meme internet kini sedang membajak ide orisinal," kata Dawkins. Kalimat itu sekadar presentasi untuk penampilan di atas pangung saja, sebenarnya Dawkins setuju-setuju saja bila konsep meme yang dia ciptakan tahun 1976 dipakai untuk menyebut gambar-gambar atau video di internet seperti yang kita kenal sekarang ini.

"Jadi ketika siapapun bicara soal hal yang viral di internet, maka itulah sesungguhnya meme. Dan, itu terlihat seakan-akan istilah itu telah dimaknai kembali menjadi satu bagian dari makna aslinya," kata Dawkins kepada Wired.co.uk.
Halaman

(dnu/rdp)