Blue Bird Didemo Ratusan Sopir Taksi Bandung

Blue Bird Didemo Ratusan Sopir Taksi Bandung

- detikNews
Senin, 14 Nov 2005 15:19 WIB
Bandung - Ratusan sopir taksi dari berbagai armada mogok di depan Gedung DPRD Kota Bandung. Pemicunya adalah beroperasinya perusahaan taksi raksasa Blue Bird di Kota Kembang.Para sopir taksi Pemerintahan Kota Bandung agar tidak memberikan izin usaha baru pada perusahaan taksi yang akan meramaikan bisnis taksi di Bandung. Pemerintahan Kota Bandung juga dituntut untuk segera menertibkan taksi-taksi gelap yang beredar di kota itu."Di Kota Bandung taksi sudah banyak. Tapi penumpangnya kurang. Jangan sampai ada taksi baru bikin mati taksi lama," ungkap Ketua Paguyuban Taksi Kota Bandung, Ade, saat melakukan aksi demo di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Aceh, Senin (14/11/2005) di Bandung.Aksi demo taksi besar-besaran di Bandung ini muncul akibat Blue Bird yang sukses menguasai Jakarta turun ke Bandung. Si burung biru ini sejak satu bulan yang lalu sudah tampak beredar di Bandung. Walau jumlahnya masih sedikit, taksi itu tampak mencolok hilir mudik di jalanan.Dalam aksinya, para sopir memarkir armadanya di depan Gedung DPRD Kota Bandung. Diperkirakan ada sekitar 300 buah unit taksi yang memenuhi salah satu jalan utama di Kota Bandung itu. Aksi ini membuat macet dan polisi terpaksa menutup Jalan Aceh untuk sementara.Pada sopir juga menempelkan sejumlah poster di taksinya. Tulisannya antara lain, "Cabut Izin Taksi Blue Bird" dan "Taksi Baru Akan Menyengsarakan Anak Istri".Aksi demo ini diikuti kru armada perusahaan taksi seperti 4848, Kota Kembang, Bandung Raya, Gemah Ripah, Sentris, dan Bandung Metropolitan.Menurut pengakuan beberapa sopir taksi tiap harinya mereka mesti menyetor uang sebesar Rp 150 ribu. Sedangkan sekali jalan mereka harus membeli bensin sebesar Rp 40 ribu. Bikin MerindingSementara itu, Walikota Bandung Dada Rosada mengaku merinding jika menggunakan taksi yang beredar di Bandung. Pasalnya sebagian besar taksi yang selama ini beredar di Kota FO itu mengecewakan."Kita memang masih kurang dengan kebutuhan taksi. Tapi yang sekarang harus menyempurnakan pelayanan dan peremajaan kendaraan. Kalau yang tidak dapat dioperasikan, ya dimusnahkan saja," ungkap Walikota Bandung Dada Rosada saat ditemui di Kampus Universitas Parahyangan, Jalan Ciumbeleuit.Saat ini, menurutnya, kebutuhan taksi di Kota Bandung mencapai 2.000 unit. Namun yang baru beredar 600 unit.Dari pengamatan detikcom di Kota Bandung kondisi taksi saat ini memang beraneka ragam. Dari kondisi taksi buruk yang sudah mengeluarkan asap hitam hingga taksi yang lumayan bisa dijalankan. Namun, dari sekian taksi itu, rata-rata dengan kondisi pelayanan buruk. Tak ada AC dan tak ada argometer."Yang merasa dirugikan dengan kondisi taksi di Bandung itu tinggi. Masyarakat banyak menaruh perbaikan pada pemerintahan kota. Banyak yang mengeluh. Jika pelayanannya baik, masyarakat juga senang dan tentu saja akan pilih yang baik," ungkapnya.Ia meminta agar bisnis taksi di Bandung berjalan dengan sehat. Salah satunya adalah meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi penumpang yang hendak memilih menggunakan taksi.Pak Walikota juga memberikan saran. "Di dalam mobil harus ada tempat sampah. Pakaian sopirnya harus rapi dan bersih. Dan yang penting tidak bau," ungkapnya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads