detikNews
2019/11/09 05:50:53 WIB

Round-Up

Beda Nasib Fahira Idris vs Ade Armando di Depan Polisi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Beda Nasib Fahira Idris vs Ade Armando di Depan Polisi Foto: Ade Armando (Samsuduha/detikcom)
Jakarta - Kisruh antara anggota DPD RI Fahira Idris dengan Ade Armando terus berlanjut. Setelah dilaporkan ke soal meme 'joker' Gubernur Anies Baswedan, gantian Ade Armando melaporkan balik Fahira Idris.

Hanya saja, laporan Ade Armando itu ditolak polisi karena kurang bukti. Ade Armando pun berencana kembali ke Polda Metro Jaya pada Senin (11/11) mendatang untuk melengkapi bukti-bukti pelaporan dirinya itu.

Dirangkum detikcom, Ade Armando semula berencana melaporkan Fahira atas tuduhan pencemaran nama baik melalui media elektronik. Ade Armando mempermasalahkan postingan Fahira di akun Instagram yang menyebutkan seolah dirinya tidak tersentuh hukum.

"Hari ini saya akan bersama tim kuasa hukum akan melaporkan Instagram dari Fahira Idris yang menurut saya itu mencemarkan nama baik saya. Ini terkait Instagram yang saya ambil, saya sempat copy pada 5 November yang antara lain menulis bahwa ini tulisan dia saat dia menyatakan bahwa gugat saya, melaporkan saya, ketika itu dia mengatakan bahwa 'banyak laporan dari konstituen saya mengenai ulah saudara AA selama ini yaitu saya ya, yang sangat-sangat meresahkan masyarakat dan bukan hanya hari ini tetapi berulang-ulang'. 'Saudara AA seperti membanggakan dirinya tak tersentuh hukum', itu yang akan saya adukan karena saya tidak pernah membanggakan diri bahwa saya tidak tersentuh hukum," jelas Ade Armando di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Ade Armando merasa karakternya diserang oleh Fahira dengan adanya tulisan itu. Menurutnya, Fahira telah membangun opini publik seakan-akan dia memang kebal hukum.

"Bahwa selama ini barang kali saya tidak pernah di penjara ya barang kali kalau saya yakin karena saya tidak bersalah. Nah, Ibu Fahira dalam pandangan saya sengaja berusaha membangun sebuah kesan bahwa saya selama ini membanggakan diri saya, saya kebal hukum dan beliau ingin mengatakan dengan adanya Kapolri baru diharapkan saya bisa dipenjara. Buat saya ini serangan yang tidak layak dan mencemarkan nama baik saya," papar Ade.



Namun laporan Ade Armando itu ditolak oleh polisi. Pasalnya, bukti-bukti yang dilampirkan oleh Ade Armando masih perlu diverifikasi ulang terlebih dahulu. Dari dua bukti yang dibawa Ade diketahui berupa hasil tangkapan layar caption posting-an Instagram Fahira Idris yang tidak ada kalimat 'tidak tersentuh hukum' seperti yang dipermasalahkan oleh Ade. Bukti kedua yakni tulisan yang dia sebut disalin dari caption Fahira dan di bukti itu terdapat kata-kata 'tidak tersentuh hukum'.

Penyidik disebutnya memerlukan waktu untuk memverifikasi bukti yang dibawa Ade itu, sebab faktanya saat ini di posting-an Fahira tidak ada kata-kata yang dipermasalahkan oleh Ade. Ade juga membantah jika laporannya tidak diterima polisi meskipun bukti laporan itu tidak dikeluarkan polisi.

"Oh enggak, bukan sama sekali (laporan) nggak diterima ya. Jadi bukan nggak diterima tapi perlu verifikasi lanjut," jelas Ade.

Pihaknya berencana akan kembali lagi ke Polda Metro Jaya pada Senin, 11 November 2019 untuk melakukan laporan ulang dengan membawa bukti-bukti baru. Pihaknya juga masih mempelajari penerapan pasal yang sesuai dalam laporannya.




Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com