detikNews
Jumat 08 November 2019, 14:31 WIB

Pemprov Jabar Kaji Regulasi untuk Tambah SDM Penyuluh Hutan

Adinda Purnama Rachmani - detikNews
Pemprov Jabar Kaji Regulasi untuk Tambah SDM Penyuluh Hutan Foto: dok pemprov jabar
Jakarta - Pelaksana harian (Plh) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengatakan penyuluhan kehutanan memiliki dua fungsi utama dalam menjaga kelestarian hutan. Menurutnya hal ini dilakukan agar masyarakat lebih peduli terhadap hutan.

"Musyawarah ini untuk memberikan kembali gairah insan-insan penyuluh kehutanan di Jawa Barat, agar lebih peduli terhadap kehutanan. Kepedulian itu kembali kepada tugas pokok dan fungsi penyuluh kehutanan, yaitu memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang lingkungan hidup, tentang pentingnya hutan dan lainnya. Kedua adalah memberikan pendampingan kepada masyarakat," ucap Uu Ruzhanul, dalam keterangannya, Jumat (8/11/2019).

Selain itu, Uu mengatakan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar sedang mengkaji regulasi terkait penyuluhan kehutanan swadaya masyarakat (PKSM). Hal ini dilakukan agar menyelesaikan masalah sumber daya manusia (SDM), sebab saat ini hanya ada 248 penyuluh kehutanan di Jabar.


"Solusinya dengan PKSM ini sedang diproses legalitasnya, kalau legalitasnya sudah selesai kemudian anggarannya sudah disediakan, baru ada pengangkatan bagi mereka penyuluh mandiri yang ada di Jawa Barat. Karena kehadiran mereka sangat dibutuhkan, semakin banyak penyuluhan Insyaallah semakin cepat apa yang diharapkan tentang fungsi hutan yang ada di Jawa Barat," tambah Uu.

Pemda Provinsi Jabar sudah menggagas program reboisasi untuk kawasan hutan yang gundul. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan penanaman pohon berbuah di Kabupaten Sumedang.

Selain itu, fungsi penyuluh kehutanan yang tergolong strategis itu akan berdampak langsung kepada pelestarian hutan. Apalagi total luas kawasan hutan di Jabar mencapai 816.603 hektare, atau sebesar 22,01% dari total luas wilayah di Jabar. Data tersebut berdasarkan surat keputusan Menteri Kehutanan nomor: 195/KTPS-11/2003.


"Pemda Provinsi Jabar bekerja sama dengan balai benih termasuk dengan masyarakat. Kami membuat gerakan (penanaman pohon), jadi program tentang reboisasi, penanaman pohon berbuah, dan yang lainnya sedang kita galakan. Saya berharap kepada masyarakat Jaba untuk menjaga hutan dengan baik untuk kelestarian hidup kita. Lebih baik mewariskan mata air kepada masyarakat dari pada mewariskan air mata. Maka itu, jaga lingkungan hidup untuk kebaikan dan kehidupan anak cucu kita,"tutup Uu.
(ega/ega)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com