detikNews
2019/11/08 14:25:13 WIB

Pembunuhan Eks Caleg di Labuhanbatu Dipicu Konflik Lahan Sawit

Datuk Haris Molana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pembunuhan Eks Caleg di Labuhanbatu Dipicu Konflik Lahan Sawit Polda Sumut menangkap 5 orang terkait pembunuhan aktivis dan eks caleg di Labuhanbatu. (Datuk Haris/detikcom)
Medan - Polda Sumatera Utara (Sumut) menangkap lima orang terkait kasus pembunuhan eks caleg NasDem Maraden Sianipar dan simpatisannya bernama Martua P Siregar alias Sanjay. Kasus ini dilatarbelakangi konflik lahan perkebunan sawit.

"Awalnya dua tersangka ditangkap oleh petugas Polres Labuhanbatu. Kemudian, tiga lainnya oleh tim Jatanras Polda Sumut. Motifnya karena masalah konflik lahan sawit di Labuhanbatu," kata Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto kepada wartawan dalam jumpa pers di Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Jumat (8/11/2019).

Jasad Maraden ditemukan di area perkebunan Dusun VI, Desa Wonosari, Panai Hilir, Labuhanbatu, pada Rabu (30/10). Sementara jasad Martua Siregar ditemukan di area perkebunan PT SAB pada Kamis (31/10).


Dua pelaku, yakni VS (49) alias Pak Revi dan SH (50) alias Pak Tati, ditangkap Polres Labuhanbatu di Dusun VI Sei Siali, Panai Hilir, Labuhanbatu, Sumut, Selasa (5/11), sekitar pukul 01.00 WIB. Sementara tiga pelaku lainnya, yakni DS alias Neil ditangkap di Kabupaten Humbahas, JH ditangkap di Jamin Ginting Kabanjahe, dan WP alias Harry di Medan Polonia.

Pembunuhan Aktivis-Eks Caleg di Labuhanbatu Dipicu Konflik Lahan SawitLima pelaku ditangkap, polisi buru tiga pelaku lainnya. (Datuk Haris/detikcom)

Kelima pelaku memiliki peranan berbeda dalam kasus ini. WP alias Harry berperan sebagai penyedia uang untuk melakukan pembunuhan. Harry merupakan pemilik kebun sawit KSU Amelia. Harry memberi perintah kepada JH yang merupakan eksekutor pembunuhan yang juga perekrut DS alias Neil, JS, RK, dan HS.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com