Menkes Usul Pembentukan Satgas Nasional Kasus Flu Burung

Menkes Usul Pembentukan Satgas Nasional Kasus Flu Burung

- detikNews
Senin, 14 Nov 2005 11:03 WIB
Jakarta - Penanganan kasus flu burung diusulkan untuk ditangani sebuah National Task Force atau Satuan Tugas Nasional. Satgas Nasional untuk menangani kasus flu burung ini akan dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono."Tim ini akan langsung di bawah presiden," kata Menkes Siti Fadilah Supari sebelum mengikuti rapat terbatas mengenai flu burung di Kantor Kepresidenan, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (14/11/2005).Dijelaskan Menkes, tugas tim ini adalah menangani pencegahan infeksi flu burung pada binatang dan persiapan menghadapi pandemi flu burung pada manusia. "Sehingga memang harus ada organisasi hingga tingkat desa," katanya.Untuk menangani flu burung, lanjut Menkes, perlu ada pengerahan peran masyarakat secara langsung. Sebab tanpa keterlibatan masyarakat, program yang pemerintah lakukan tidak akan mungkin bisa dilakukan.Hingga kini kasus flu burung masih terus terjadi. Belum lama ini ada pasien flu burung yang meninggal. "Jadi selama masih ada binatang yang terinfeksi, maka manusia tetap akan terancam. Untuk itu kami minta masyarakat segera melapor kalau ada hewan yang terinfeksi," ujar Menkes.Sementara Menteri Pertanian Anton Apriantono menyatakan sedang mengkaji kemungkinan pemeriksaan setiap rumah, terutama yang memiliki unggas. Saat ini Deptan sudah bekerja sama dengan empat perguruan tinggi, yakni Institut Teknologi Bandung, Universitas Udayana di Bali, Universitas Airlangga di Surabaya, dan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta.Empat perguruan tinggi ini, menurut Mentan, sudah melakukan surveilans ke sejumlah daerah. "Dan kami akan menambah lagi jumlah perguruan tinggi yang akan dilibatkan. Sebab setiap ada manusia yang meninggal, selalu ada kaitannya dengan hewan yang tewas akibat flu burung," katanya.Dijelaskan Mentan, saat ini virus flu burung tidak hanya menginfeksi ayam, tapi juga burung merpati. "Ini yang menjadi susah. Karena burung itu terbang bebas, sehingga tidak mudah ditangani. Makanya perlu dibicarakan lebih lanjut. Deptan juga akan melakukan penelitian terhadap burung gereja atas kemungkinan penularan virus flu burung," katanya. (gtp/)


Berita Terkait