Pemkab Badung Ingin Tiru Pengolahan Sampah di Jepang

Pemkab Badung Ingin Tiru Pengolahan Sampah di Jepang

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 06 Nov 2019 15:18 WIB
ILUSTRASI/Foto: Pradita Utama
ILUSTRASI/Foto: Pradita Utama
Badung - Pemkab Badung, Bali, Badung berencana membangun pengolahan sampah modern seperti di Jepang. Rencananya pembangunan pengolahan sampah itu bakal dimulai tahun depan.

"Kenapa mindset masyarakat nggak kita ubah? Saya tidak bikin TPA, tapi pengolahan sampah ramah lingkungan sama seperti yang di Jepang, tidak ditumpuk-tumpuk tapi masyarakat pikirannya tetap seperti itu. Jadi kan susah saya ngomongnya, karena salah persepsi jadinya," kata Kadis DLHK Badung I Putu Eka Merthawan saat dihubungi, Rabu (6/11/2019).

Eka mengatakan konsep pengolahan sampah itu akan dibangun dengan taman dan fasilitas umum lainnya. Pengolahan sampah diharapkan tidak berbau atau menimbulkan suara bising.

"Kita yang jelas bentuk sama seperti di Jepang di luar kesannya seperti building, seperti studio, di luar juga taman. Makanya kita sebut konsepnya recycle park jadi tempat yoga, tempat senam, ada jogging track, ada juga selfie gitu loh. Tapi di dalamnya orang ngolah sampah yang masuknya bersih semua tanpa ada suara tanpa ada bau," papar Eka.

Eka menjelaskan konsep pengolahan sampah tersebut akan dikelola secara modern dan semi otomatis. Sehingga masih bisa menyerap tenaga kerja untuk mengelola pengolahan sampah tersebut.




"Yang jelas konsepnya sama seperti di Jepang walau teknologinya tidak begitu canggih, tetap output sampah dicacah untuk dijadikan dasar pupuk kompos bukan listrik, bukan biogas hanya cacahan untuk kompos. Kami tidak perlu listrik sudah oversupply, yang jelas kami tidak terlalu teknologi yang terlalu canggih, soalnya kalau terlalu canggih meliharanya sulit, maintenancenya mahal, kami pakai semi otomatis dan juga bisa dikerjakan orang biasa tidak harus S3, kami tidak mau tersohor dan akhirnya tekor," terang dia.

Saat ini pihak Pemkab Badung masih mencari lahan yang pas untuk pembangunan pengolahan sampah tersebut. Eka mengibaratkan bangunan pengolahan sampah tersebut bisa menampung hingga 20 unit mobil.

Dia mengatakan pada tahun 2020, pembangunan pengolahan sampah ini sudah dimulai. Diharapkan pada 2021 Badung sudah mandiri dari pengolahan sampah.

"Saat ini tinggal cari lahan, kami kan tidak boleh ngawur, supaya sesegera mungkin dapat terwujud yang jelas harus 2020 wajib dibangun, 2021 sudah on. (Dananya dari) APBD 2020 berapa pun dibutuhkan, kalau bisa di bawah Rp 100 miliar lah. Kita tahulah itu monumental, Badung harus benar-benar mandiri dan berdikari dari sampah," jelasnya. (ams/fdn)