Anak-Ayah Dikeroyok di Jeneponto Diduga Bacok Warga yang Dituduh Curi Kuda

Anak-Ayah Dikeroyok di Jeneponto Diduga Bacok Warga yang Dituduh Curi Kuda

Muhammad Nur Abdurrahman, Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 05 Nov 2019 13:31 WIB
ILUSTRASI/Foto: Ari Saputra
ILUSTRASI/Foto: Ari Saputra
Makassar - Ayah-anak, Mantari Dg Nuntung (60) dan Ambo (30), warga Desa Baraya, Jeneponto, Sulsel dikeroyok massa dari Kampung Batu-batua. Polisi mengungkap adanya pembacokan yang dilakukan korban terhadap tertuduh pencuri kuda hingga akhirnya membuat marah warga Kampung Batu-batua.

Polisi mengatakan, awal mula kejadian saat Rani warga Kampung Batu-batua mencari kudanya ke ladang yang bercampur dengan kuda milik ayah-anak sekitar pukul 13.30 Wita, Senin (4/11). Ayah-anak ini menuduh Rani berupaya mencuri salah satu keduanya.

"Semuanya punya kuda, tiga-tiganya. Si Rani masuk ke ladangnya (ayah-anak), dituduh mencuri kuda. Padahal dia mencari kudanya," kata Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Boby Rachman saat dihubungi, Selasa (5/11/2019).




Persoalan ini dibawa ke rumah kepala dusun Batu-batua, Desa Datara, Kecamatan Bontoramba. Tapi sebelum sampai ke rumah kepala dusun, ayah-anak ini diduga melakukan penyerangan ke Rani yang dituduh mencuri kuda.

"Sebelum ke rumah dusun, diparangi (dibacok dengan parang) Rani," sambung AKP Boby.




Di rumah kepala dusun, tiba-tiba massa dari Kampung Batu-batua datang dan menganiaya ayah dan anak yang sebelumnya cekcok dengan Rani tertuduh pencuri kuda.

"Ada lempar batu, sama ada luka bacok pada korban yang meninggal (Ambo). Bapaknya (Mantari) itu dirawat," sambung AKP Boby.

Polisi masih mengidentifikasi pelaku pengeroyokan terhadap ayah dan anak ini. Selain itu, polisi gabungan dari Polsek Tamalatea dan Polres Jeneponto masih berjaga-jaga di sekiar lokasi kejadian. (fdn/fdn)