KPK Minta Hakim Tolak Praperadilan Nyoman Dhamantra

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 04 Nov 2019 21:10 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - KPK meminta hakim menolak gugatan praperadilan yang diajukan I Nyoman Dhamantra dalam kasus suap impor bawang putih. KPK menyatakan penetapan tersangka sudah sesuai prosedur.

"Menolak permohonan praperadilan yang diajukan pemohon sebagaimana terdaftar dalam register perkara nomor 126/Pid.Pra/2019/PN.Jkt.Sel atau setidaknya menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima," kata tim biro hukum KPK, Togi Sirait, saat membacakan jawaban dalam sidang praperadilan di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019).

KPK juga meminta penetapan tersangka, penyidikan, penyitaan dan penahanan terhadap pemohon dinyatakan sah oleh hakim praperadilan.




KPK menyebut proses penyidikan dan penetapan tersangka sudah sesuai bukti permulaan yang cukup sekurang-kurangnya dua alat bukti sesuai KUHAP dan UU KPK.

KPK mengatakan awalnya menerima laporan terkait dugaan tindak pidana, selanjutnya membuat laporan hasil penyelidikan pada 8 Agustus kepada pimpinan.

Setelah itu dilakukan gelar perkara, diperoleh sejumlah barang bukti berupa surat atau dokumen, keterangan dari 12 orang termasuk pemohon Nyoman Dhamantra, bukti uang, bukti petunjuk berupa hasil penyadapan antara orang yang diduga terlibat dan lainnya.

Setelah menemukan barang bukti tersebut, barulah KPK meningkatkan status hukum ke tahap penyidikan. KPK meyakini tangkap tangan yang dilakukan sudah sesuai prosedur.

"Tindakan tangkap tangan yang dilakukan termohon dalam perkara aquo telah sesuai dengan ketentuan hukum acara yang berlaku sebagaimana diatur di KUHAP dan UU KPK," sambungnya.