KAI Larang Tur Mistis Datangi Lagi Rel Lokasi Tragedi Bintaro 1987

KAI Larang Tur Mistis Datangi Lagi Rel Lokasi Tragedi Bintaro 1987

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Senin, 04 Nov 2019 20:26 WIB
Ilustrasi rel (Foto: Suparno)
Ilustrasi rel (Foto: Suparno)
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 melarang tur mistis bertajuk 'Jakarta Mystical Tour' kembali mengadakan acara di perlintasan rel kereta Tragedi Bintaro 1987. PT KAI menyebut acara tersebut tidak berizin dan hampir menyebabkan kecelakaan kereta.

"PT KAI Daop 1 Jakarta melarang pihak penyelenggara untuk melakukan agenda wisata horor dengan memasukkan area jalur kereta api sebagai lokasi ke depannya," kata Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, melalui keterangan tertulisnya, Senin (4/11/2019).

Eva menuturkan tur mistis dilakukan oleh Biang Overlander yang menyelenggarakan tur di sejumlah lokasi mistis termasuk di rel kereta Tragedi Bintaro pada Jumat (1/11). Dia menyayangkan acara tersebut yang tidak berkoordinasi dengan PT KAI.

"PT KAI Daop 1 Jakarta menyayangkan adanya kegiatan wisata horor bertajuk 'Jakarta Mystical Tour' yang diselenggarakan oleh Biang Overlander di pelintasan rel kereta Tragedi Bintaro 1987, pada Jumat (1/11) yang hampir menyebabkan kecelakaan Kereta Api pada saat kegiatan berlangsung," jelas Eva.


Eva mengatakan rel yang pernah dilintasi kereta saat Tragedi Bintaro 1987 masih aktif hingga kini. Dia menyebut pemanfaatan ruang di sekitar rel merupakan kewenangan PT KAI.

"Area jalur rel Tragedi Bintaro 1987 yang digunakan sebagai lokasi kegiatan merupakan jalur aktif dengan lalu lintas kereta yang cukup padat. Sesuai Undang-Undang 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, jalur kereta api adalah jalur yang terdiri atas rangkaian petak jalan rel yang meliputi ruang manfaat jalur kereta api, ruang milik jalur kereta api, dan ruang pengawasan jalur kereta api, termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukkan bagi lalu lintas kereta api," terangnya.



Lebih lanjut, Eva mengajak semua pihak tidak mengadakan aktivitas di sekitar jalur rel. Dia meminta keselamatan perjalanan kereta api jadi tanggung jawab bersama.

"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel. Mari sama-sama mewujudkan keselamatan perjalanan kereta api, karena ini menjadi tanggung jawab kita bersama," tuturnya.




Simak juga video "Kompor Meledak di Kereta, 74 Penumpang Tewas" :

[Gambas:Video 20detik]



(fdu/dnu)