Menristek Yakin Pemangkasan Eselon Bisa Dilakukan di Jajaran Peneliti

Tim detikcom - detikNews
Senin, 04 Nov 2019 15:30 WIB
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro  (Dok detikcom)
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro (Dok detikcom)

Sebelumnya, rencana perampingan birokrasi melalui penyederhanan jabatan eselon di kementerian tersebut telah disampaikan Presiden Joko Widodo dalam suatu pidato usai dirinya dikukuhkan sebagai Presiden periode 2019-2024.

Jokowi menuturkan penyederhanaan birokrasi harus terus dilakukan besar-besaran. Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. Prosedur yang panjang harus dipotong. birokrasi yang panjang harus dipangkas.

"Eselonisasi harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta untuk disederhanakan menjadi 2 level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi," kata Jokowi.



Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan pemangkasan jabatan eselon untuk perampingan birokrasi yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan suatu bentuk percepatan reformasi birokrasi.

"Apa yang disampaikan Presiden Jokowi terkait pemangkasan eselon 3-4 sebenarnya adalah salah satu program percepatan reformasi birokrasi, yakni sebagai upaya untuk mengurangi fragmentasi birokrasi," kata Siti Zuhro di Jakarta, Jumat (1/11)

Menurut Siti, bisa saja di bidang-bidang perencanaan dan "back office" hanya sampai eselon 2 saja, dengan mengubah bentuk organisasi struktural menjadi matrix dengan jabatan fungsional berdasarkan kompetensi. Konsep itu disebut pula dengan miskin struktur tapi kaya fungsi.
Halaman

(dnu/fjp)