Wali Kota Bekasi Akui Gandeng Ormas Kelola Parkir Minimarket: Pemberdayaan

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 04 Nov 2019 15:04 WIB
Foto: Rahmat Effendi (Isal Mawardi/detikcom)
Foto: Rahmat Effendi (Isal Mawardi/detikcom)
Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui menggandeng ormas dalam pengelolaan parkir di minimarket. Ormas nantinya akan menjadi operator dalam pemungutan parkir di minimarket Kota Bekasi.

"Iya, kan sama kayak mall bekerja sama dengan Secure Parking," kata Rahmat Effendi kepada wartawan di kantornya Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (4/11/2019).

Pria yang akrab disapa Pepen itu menyebutkan, bahwa pihaknya ingin memberdayakan ormas dalam pengelolaan parkir di minimarket. Namun, dia menegaskan ormas harus mengikuti regulasi yang diterapkan oleh Pemkot Bekasi.

"Kita 'kan lagi melakukan pemberdayaan kepada teman-teman. Nah pemberdayaan itu 'kan harus pakai aturan, bukan otot kan. Saat aturan main itu ya sama semua. Ada wajib pajak, berarti kan ada NPWP-nya, ada izin operasional. Atau perorangan, you juga bisa tapi harus punya izin, izin operasionalnya," jelas Rahmat.

Rahmat mengatakan, retribusi parkir itu nantinya masuk ke kas Pemkot Bekasi. Namun, dia menegaskan, ormas selaku operator harus memiliki badan hukum.

"(Uang parkir masuk) ke kas Pemkot, tapi ada pemberdayaan. Operatornya siapa tapi berbadan hukum, ada aturan, nggak keluar merek ormasnya, tapi keluar nama pengusahanya," tuturnya.

Rahmat melanjutkan, pihaknya masih menggodok hal ini bersama para pengusaha minimarket di Bekasi. Rahmat berharap pihak minimarket mau bekerja sama agar tidak timbul keributan akibat persoalan lahan parkir.

Namun ia mengingatkan kepada ormas agar tidak melakukan kekerasan atau pun pemaksaan dalam upaya penarikan parkir tersebut.

"Sehingga saat dilakukan, pemerintah bicara dengan pengusaha itu, "hey..ini pemberdayaan". Ayo supaya kota kondusif. Mereka kan dari grass root yang rendah pendidikannya. Tapi supaya aman, jangan keluarkan sifat-sifat tadi, ya premanisme, yang kasar-kasar lah. Yang lembut-lembut lah supaya investasi tidak ditarik. Niatnya kan gitu," bebernya.




Selanjutnya
Halaman
1 2