Arogan! Jika SBY Tak Rombak Kabinetnya
Sabtu, 12 Nov 2005 13:07 WIB
Jakarta - Meski menjadi hak prerogatifnya, desakan agar Presiden SBY mengganti sejumlah menterinya tak kunjung surut. SBY dinilai arogan jika masih mempertahankan menteri-menteri yang sudah tidak punya wibawa lagi."Ya itu kan memang hak prerogatif presiden. Kalau tidak mau mengganti, berarti dengan arogansinya Presiden menyatakan menteri-menterinya mampu," kata Wakil Ketua DPR RI Soetardjo Soerdjogoeritno. Soetardjo yang akrab disapa Mbah Tardjo mengungkapkan hal itu di sela Halal Bihalal Forum Perjuangan kebangsaan, Gedung Pola, Jalan Proklamasi, Jakarta, Sabtu (12/11/2005).Padahal perombakan kabinet sudah tidak bisa ditawar lagi mengingat sejak awal kabinet disusun kurang teliti, khususnya dalam melihat latar belakang masing-masing menteri.Akibatnya, mereka seolah-olah tidak punya wibawa sama sekali. Dan buntutnya, presidennya sama-sama tidak punya wibawa. "Kini masyarakat menuntut pergantian menteri, khususnya bidang ekonomi, karena kenaikan BBM merupakan kesalahan fatal yang membuat masyarakat betul-betul tenggelam. Saya khawatir mimpi jelek, terjadi revolusi sosial," tuturnya.Kocok Ulang DPRMengenai kocok ulang pimpinan DPR yang kini santer merebak, Mbah Tardjo yakin hal itu tidak akan terjadi. Pasalnya kepemimpinan DPR sudah sesuai dengan susduk dan tata tertib dewan.Terkait surat protes yang dilayangkan Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif kepada Ketua MPR Hidayat Nurwahid karena tidak terima dianggap panik dengan adanya isu tersebut, Mbah Tardjo menilai tindakan Zaenal terlalu emosional."Seperti anak-anak saja. Ketua MPR-nya pun harusnya jangan seperti itu kalaupun itu benar," katanya.
(umi/)











































