Kelompok Penculik WN Inggris Sempat Kantongi USD 900 Ribu

Kelompok Penculik WN Inggris Sempat Kantongi USD 900 Ribu

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 03 Nov 2019 21:05 WIB
Foto: Ilustrasi garis polisi (Ari Saputra/detikcom)
Foto: Ilustrasi garis polisi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Enam pelaku penculikan dan pemerasan kepada WN Inggris atas nama Matthew Simon Craib sempat mengantongi ratusan ribu Dolar. Para pelaku meraup USD 900 ribu setelah bernegosiasi meminta uang tebusan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan sempat ada negosiasi antara korban dengan para pelaku. Para pelaku awalnya meminta uang sebesar USD 1 juta namun tidak bisa dipenuhi korban.

"Korban hanya bisa menyerahkan USD 400 ribu, namun setelah terjadi negosiasi diperoleh sejumlah USD 900 ribu," kata Kombes Argo saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (3/11/2019).


Bagaimana cerita para pelaku mendapatkan USD 900 ribu dari korban? Argo mengatakan proses negosiasi itu terjadi setelah korban diculik dan dibawa menggunakan mobil oleh para pelaku.

Para pelaku menyuruh korban menghubungi atasan korban untuk meminta uang sebab korban saat itu hanya memiliki uang sebanyak USD 400 ribu. Setelah negosiasi, barulah korban menyerahkan USD 900 ribu.

"Para pelaku meminta uang cash dan menyuruh korban menelepon saudara PITT untuk meminta uang tebusan dan korban hanya bisa menyerahkan USD 400 ribu," ungkap Argo.


Setelah berhasil mendapatkan uang, para pelaku bergerak ke Jakarta Pusat untuk menukar uang itu menjadi mata uang Rupiah. Polisi kemudian menangkap para pelaku termasuk 4 orang anggota Polri yang terlibat dalam kejahatan itu.

Seperti diketahui, penculikan terjadi pada 30 Oktober 2019. Pelaku penculikan merupakan rekan kerja korban yang memiliki ide jahat itu.

Sebanyak 4 anggota Polri juga ikut serta dalam aksi penculikan dan pemerasan itu. Kadiv Propam Polri Irjen Listyo Sigit Prabowo saat dikonfirmasi sebelumnya mengatakan kasus itu sedang diselidiki. Untuk pelanggaran yang dilakukan para oknum polisi itu dia menyebut akan ditindak oleh Propam Mabes Polri dan Propam Polda Metro Jaya.

"(Kasus) ditangani Resmob Polda Metro. Untuk pelanggaran disiplin dan kode etik ditangani Propam Metro gabungan dengan Propam Mabes setelah proses penanganan pidana berkasnya selesai," kata Irjen Listyo Sigit Prabowo kepada detikcom, Minggu (3/11). (sam/gbr)