Diguyur Hujan 2 Hari Berturut-turut Kabut Asap di Sumsel Berkurang Drastis

Diguyur Hujan 2 Hari Berturut-turut Kabut Asap di Sumsel Berkurang Drastis

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 31 Okt 2019 15:15 WIB
Diguyur Hujan 2 Hari Berturut-turut Kabut Asap di Sumsel Berkurang Drastis
Langit cerah di Palembang (Foto: Raja Adil/detikcom)
Palembang - Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan mulai berkurang akibat diguyur hujan 2 hari terakhir. Bahkan BMKG pun memprediksi turun hujan selama 3 hari ke depan.

Berdasarkan catatan BMKG Meteorologi SMB II Palembang tercatat bahwa angin umum dari arah Timur-Tenggara dengan kecepatan 5-20 Knot atau 9-37 Km/Jam. Hal ini memang mengakibatkan potensi masih masuknya asap akibat karhutla ke Palembang dan sekitarnya.

Sumber dari LAPAN mecatat hari ini ada beberapa titik panas di wilayah sebelah Tenggara Palembang dan kepercayaan di atas 80% yang berkontribusi asap ke wilayah Palembang. Adapun daerahnya mukai dari Banyuasin 1, Pampangan, Pedamaran, Tulung Selapan, Cengal, Mesuji dan Pematang Panggang.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun demikian jarak pandang saat ini terendah pada pagi hari sudah mulai membaik dari beberapa bulan terakhir. Jarak pandang terendah tercatat antara 1000-2000 meter pukul 06.00-07.00 WIB.

"Kondisi intensitas asap jauh berkurang. Hanya saja masih tetap berpotensi dan terjadi di Sumatera Selatan," terang Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun SMB II, Bambang Beni, Kamis (31/10/2019).



Hal ini, lanjut Bambang, karena wilayah yang memiliki jumlah titik panas cukup sigifikan belum terpapar hujan. Apalagi melihat luas dan dalamya lahan gambut yang terbakar.

"Hujan Sistem Konvektif berskala Meso dengan indikasi awan hujan memanjang lebih kurang 200 km diyakini akan dapat memadamkan titik-titik panas karhutla. Sebab hujan akan berlangsung lama dan biasanya terjadi pada malam hingga pagi hari," kata Bambang.

Sementara dengan melemahnya Badai Tropis Matmo dan pusat tekanan rendah Samudera Hindia dapat mengakibatkan munculnya Borneo Vorteks. Hal ini juga dapat menyebabkan masuknya massa udara dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa ke Bumi Srieijaya yang berpotensi hujan pada 01-03 November 2019.

"Kriteria hujan sedang-lebat di wilayah Lahat, PALI, OKU, OKU Selatan, Muara Enim, Prabumulih, Banyuasin, Oi, OKU Timur dan Kota Palembang. Sedangkan kriteria hujan ringan terjadi di wilayah Muba, Musi Rawas, Muratara, Linggau, Empat Lawang dan Kota Pagaralam," kata Bambang.



Sedangkan secara Lokal, kondisi hujan akibat faktor lokal akan tetap berpotensi di bagian barat Sumsel dikarenakan kelembapan udara lapisan atas cukup memadai untuk pertumbuhan awan dan berdataran tinggi. Biasanya hujan yang terjadi berlangsung sebentar, sporadis dan berpotensi petir disertai angin kencang.


Halaman 2 dari 2
(ras/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads