Warga Agats Papua Dapat Bantuan Dana Rp 250 Juta, Begini Kondisinya

Yakob Arfin - detikNews
Kamis, 31 Okt 2019 10:43 WIB
Foto: Yakob Arfin/detikcom
Foto: Yakob Arfin/detikcom
Jakarta - Kondisi masyarakat Agats Papua dilaporkan memprihatinkan baik dalam segi pendidikan, kesehatan dan masih tinggal dalam kemiskinan. Hal ini diungkapkan oleh Keuskupan Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo.

Ia mengatakan bahwa ada tiga hal yang paling mendasar yang jadi kebutuhan masyarakat Agats, yaitu pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan.

"Tapi Tuhan selalu Maha baik ya, dengan kondisi alam dan tanah yang seperti itu di Agats (sebagian besar rawa-rawa) hampir diberi hujan setiap hari. Dari segi air lumayan lah, tapi sumbernya air hujan. Kalau orang kota ke sana dan nggak bisa minum air hujan, ya nggak akan bisa minum," kata Ignatius, di Gereja Katedral, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Ia menambahkan, dari sisi mentalitas penduduk Agats secara umum belum merasa harus belajar, karena mereka mudah sekali mencari ikan.

"Untuk apa belajar susah-susah nggak ada hasilnya yang jelas, sementara kalau pergi mencari ikan dan mencari sagu khan bisa cepat mendapat hasilnya," jelasnya.


Masyarakat Agats tidak punya mata pencaharian tetap. Sehari-hari mereka mencukupi kebutuhan dasar pangan dengan cara mencari sagu dan ikan di hutan.

"Di Kampung Mumugu yang saya kunjungi itu sekolah tidak ada. Yang bisa membaca dari seluruh kampung cuma satu orang. Bagi mereka belajar adalah hal yang tidak menarik. Apalagi menggarap bidang-bidang kehidupan yang lain. Oleh karena itu teman-teman dari keuskupan seperti suster dan para imam itu tidak hanya berkotbah di gereja, tetapi mengajari mereka bercocok tanam. Mengajari mereka menabung kalau punya uang," paparnya.

Dari sisi pendidikan, di Kampung Mumugu Distrik Agats tidak ada sekolah. Yang ada adalah Sekolah Rimba. Artinya dari anak-anak sampai lansia bisa belajar.

"Dan jangan bayangkan anak-anak itu rajin ya. Hari ini datang belajar dan mungkin baru datang tiga bulan lagi. Di situ pun hanya ada satu orang yang bisa membaca dengan mengeja seperti anak kelas 1 SD" kata Ignatius.

Begitu pun dari segi kesehatan. Enam tahun lalu di Kampung Mumugu semua penduduknya terkena penyakit kusta. Dalam rangka kerja sama antara Kabupaten Asmat, Keuskupan Agats dan Keuskupan Agung Jakarta bersama-sama mengusahakan pemulihan kesehatan masyarakat Mumugu dari Kusta.

"Dalam kurun waktu empat tahun melakukan pemulihan kesehatan di sana akhirnya semuanya sembuh," kata Ignatius.

Akses menuju Agats pun sulit dijangkau. Faktor geografis menjadi penentu. Menuju Agats dapat melalui rute destinasi Timika dengan pesawat regular. Dari Timika ke Agats harus menaiki pesawat yang hanya mampu mengangkut tujuh orang. Pesawat mendarat di satu tempat bernama Ewer layaknya seperti bandara.

"Jangan dibayangkan seperti Bandara Soekarno-Hatta. Di sana hanya ada satu strip aspal. Tidak ada penunggunya. Kalau pun ada yang menunggu hanya menjaga agar jalan tersebut tidak ada babi atau kambing yang lewat," tukasnya.

Dari Ewer perlu waktu setengah jam naik speed boat ke Kota Agats. Untuk sampai ke Kampung Mumugu, dilanjutkan dengan naik speed boat selama enam jam dengan melintasi sungai yang masih dihuni buaya.

Kondisi warga Agats yang memprihatinkan tersebut, menggerakkan Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk Irwan Hidayat untuk membantu masyarakat. Irwan mengungkapkan di tengah dunia yang modern seperti saat ini masih ada daerah-daerah yang kekurangan seperti Agats.

"Jadi saya berprihatin, di tengah dunia yang modern seperti sekarang masih ada masyarakat di daerah yang berkekurangan, seperti di Agats misalnya. Apalagi lokasinya juga memang sulit dijangkau," kata Irwan.


Sido Muncul memberikan bantuan dalam bentuk dana senilai Rp 250 juta. Irwan mengungkapkan bantuan dalam bentuk dana adalah cara yang praktis.

"Kalau dalam bentuk barang khan cepat habis. Sementara uang bisa diwujudkan dalam bentuk lain seperti pendidikan dan kesehatan," jelas Irwan.

Dana tersebut disalurkan Sido Muncul melalui Keuskupan Agung Jakarta untuk diserahkan kepada Keuskupan Agats. Momentum ulang tahun Keuskupan Agats yang ke-50 pada November mendatang menjadi jalan bagi Keuskupan Agung Jakarta untuk menyerahkan dana tersebut kepada masyarakat di Agats.

Irwan pun mengungkapkan bahwa nominalnya memang tak besar. Namun yang lebih penting adalah niat hati untuk membantu saudara-saudara di Agats Papua.

Sementara itu, Ignatius menjelaskan bahwa setiap bantuan dana akan disalurkan kepada masyarakat sesuai kebutuhan yang paling mendesak yakni pendidikan dan kesehatan.

"Yang pasti melalui posko Keuskupan Agats dana ini akan digunakan sesuai dengan maksud yang jelas. Tidak akan pernah ada yang di kemana-manakan, semua bantuan akan sampai kepada umat dan masyarakat," tutup Ignatius.




Jokowi Bakal Aspal Jalan Pegunungan Arfak-Manokwari:

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)