Round-Up

Serangan Fahri ke KPK dari Akun YouTube Deddy

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 31 Okt 2019 07:58 WIB
Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)


Selain itu Fahri juga menuding KPK melakukan tebang pilih dalam mengusut kasus hingga menyebut adanya sistem seperti partai di dalam KPK bernama Wadah Pegawai. Bahkan Fahri juga menyebut KPK mengancam lembaga lain yang menemukan adanya kejanggalan di tubuh KPK.

"Itu yang saya bilang jadi Holy Cows Theory, teori sapi suci itu, ini kan karena mau disembah jadi dia nggak boleh ada salahnya. Dan itu kan yang salah gitu lho. Akhirnya kejahatan yang ada yang dilakukan pejabat-pejabat KPK nggak boleh diungkap," kata Fahri.

"Saya mendapat laporan dari beberapa lembaga pemeriksa yang memeriksa KPK, ketemu masalahnya, KPK ngancem, mendatangi, 'Tolong jangan diungkap sebab kredibilitas lembaga kami jelek'," imbuh Fahri.

Fahri pun memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akhirnya sepakat untuk merevisi Undang-Undang KPK. Jokowi disebut Fahri mengembalikan pemberantasan korupsi ke relnya.




"Saya kira ini adalah era baru pemberantasan korupsi, arah baru pemberantasan korupsi karena presiden artinya mau ikut tanggung jawab memberantas korupsi dengan cara menunjuk pengawas. Itu luar biasa," kata Fahri.

Di akhir video, Deddy menyinggung posisi Fahri dalam kancah politik saat ini. Fahri pun merasa saat ini berada dalam posisi netral.

"Lu kan belain Jokowi harusnya. Kan Anda cebong, hahaha," kata Deddy.

"Belumlah jangan jadi cebong dululah, hahaha, kita sekarang di luar bos, ini ada nomor satu, ini ada nomor dua, sekarang malah nomor dua udah masuk nomor satu, jadi kita nomor tiga aja bos, bukan cebong bukan kampret kita," jawab Fahri sembari tertawa.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4