Kemarau Panjang, Sejumlah Desa di Bima NTB Kekurangan Air Bersih

Faruk Nickyrawi - detikNews
Selasa, 29 Okt 2019 10:08 WIB
Foto: Ilustrasi air (Thinkstock)
Foto: Ilustrasi air (Thinkstock)
Bima - Kemarau panjang masih melanda wilayah NTB, salah satunya di Kabupaten Bima. Akibatnya, 39 Desa di 11 Kecamatan di Bima mengalami krisis air bersih.

Kasubid Penanganan Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Bambang Hermawan mengatakan kekeringan di Bima sudah masuk dalam kategori ekstrem. Sumber mata air dan sumur-sumur milik warga di sebagian wilayah terdampak sudah habis dan mengering sejak beberapa pekan terakhir.

"Dampak kemarau panjang tahun ini dirasakan sebanyak 4.580 KK atau 23.398 jiwa. Mereka tersebar di 39 desa dari 11 Kecamatan," kata Kasubid Penanganan Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Bambang Hermawan kepada wartawan Selasa (28/10/2019).


Dia mengatakan, kekeringan di tahun ini dirasakan sejak Juni 2019. Dampak kemarau panjang ini menyebabkan wilayah itu kekurangan pasokan air. Bahkan, diprediksi akan meluas ke wilayah lain sehingga desa-desa yang kesulitan air jumlahnya akan meningkat.

Saat ini untuk menutupi kebutuhan air bersih, puluhan warga yang terdampak kekeringan tersebut hanya mengandalkan suplai air bersih dari BPBD dan Instansi lainnya.

"Kemungkinan besar dampaknya akan meluas karena diprediksi puncak musim kemarau hingga akhir bulan November," ujar Bambang.


Berdasarkan data BPBD, desa-desa di 11 Kecamatan dari 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bima yang dilanda kekeringan adalah Kecamatan Donggo, Soromandi, Woha, Madapangga, Belo, Monta, Parado, Wawo, Palibelo, Wera dan Tawali.

Di Kecamatan Donggo ada 4 desa yang kekurangan air, yaitu desa Doridungga, O,o, Mbawa, dan Mpili. Kecamatan Soromandi ada 2 desa, yaitu Desa Bajo dan Desa Kananta. Sementara di Kecamatan Woha terdapat 6 desa, yaitu Desa Samili, Kalampa, Tenga, Waduwani, Dadibou, dan Naru. Kecamatan Bolo ada 2 desa, yaitu Desa Sondo dan Rasabou. Kecamatan Madapanga terdapat 4 desa, yaitu Desa Madawau, Rade, Campa dan Monggo.

Di Kecamatan Wawo desa-desa yang kesulitan pasokan air ada 4 desa, yaitu Desa Ntori, Pesa, Raba, dan Kombo.
Sedangkan di Kecamatan Palibelo terdapat 11 desa, yaitu Desa Ragi, Tonggondoa, Panda, Belo, Tonggorisa, Dore, Bre, Ntonggu, Nata, Padolo dan Roi.


Kecamatan Wawo ada 2 desa yaitu desa Pesa dan Tawali. Di Kecamatan Monta dan Parado masing-masing satu desa yaitu Desa Monta dan Parado.

Untuk menanggulangi bencana kekeringan ini, BPBD sejauh ini telah memberikan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak kekurangan air bersih. Pengiriman air bersih ini dilakukan secara bergilir menggunakan mobil tangki dengan kapasitas 5.000 liter.

"Kami sudah mendistribusikan 1.060.000 liter air bersih, langsung ke desa-desa yang terdampak. Kami sekali kirim bergilir masing-masing satu truk tangki untuk satu desa yang kekeringan," tuturnya.




Kemarau Berlanjut, Hujan Diprediksi Baru Turun Bulan Depan:

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/gbr)