Penyebab Pasti Jatuhnya Lion Air di Laut Karawang

Round-Up

Penyebab Pasti Jatuhnya Lion Air di Laut Karawang

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 26 Okt 2019 07:16 WIB
Mesin pesawat Lion Air PK-LQP (Foto: Pradita Utama)
Mesin pesawat Lion Air PK-LQP (Foto: Pradita Utama)
Jakarta - Hampir setahun lalu, jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Karawang, Jawa Barat menjadi suatu tragedi. Kini, penyebab pasti kecelakaan itu terungkap.

Pada 29 Oktober 2018, Pesawat Lion Air PK-LQP jatuh di Laut Jawa sebelah utara Karawang, Jawa Barat. Pesawat ini diterbangkan oleh Pilot Bhavye Suneja dan kopilot Harvino dengan nomor penerbangan JT 610 dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.


Pada pukul 06.32 WIB, pesawat itu hilang kontak di perairan Karawang dan jatuh dari ketinggian 3.000 kaki di perairan Karawang. Tim SAR bergerak, tak ada korban selamat

Hasil investigasi ini diungkap oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam jumpa pers di Kantor KNKT, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019). Jumpa pers ini dihadiri oleh Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, Kepala Sub Komite Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo, serta jajaran KNKT lainnya.

KNKT Beberkan Penyebab Jatuhnya Lion Air PK-LQP / KNKT Beberkan Penyebab Jatuhnya Lion Air PK-LQP / Foto: Rifkianto Nugroho


Sesuai aturan, KNKT harus mengeluarkan hasil investigasi sebelum satu tahun peristiwa. Dalam kesimpulannya, KNKT menyebut ada faktor-faktor yang berkontribusi dan saling berkaitan dalam peristiwa jatuhnya Lion Air PK-LQP.

"Sembilan hal ini adalah sembilan hal yang terjadi di hari itu yang terjadi kecelakaan. Apabila salah satu dari sembilan hal ini tidak terjadi, mungkin tidak terjadi kecelakaan. Saling terkait satu sama lain dan mengarah ke kecelakaan," kata Kepala Sub Komite Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo dalam jumpa pers.


Berikut 9 faktor yang disebut KNKT:
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4