Inapkan Kelompok Noordin, Anif Sultanuddin Dicari Polisi

Inapkan Kelompok Noordin, Anif Sultanuddin Dicari Polisi

- detikNews
Kamis, 10 Nov 2005 14:43 WIB
Semarang - Polisi terus memburu Noordin Moh Top dan kelompoknya di sekitar wilayah Semarang. Polisi mencari seseorang bernama Anif Sultanudin (24), karena telah menginapkan kawanan Noordin di rumahnya. Kini, Anif menghilang dari rumah. Anif, pemuda berumur 24 tahun dan belum menikah. Tamatan SMA ini sudah empat tahun menjalankan usaha jual beli handphone (HP). Dia memiliki kios HP di Jl. Puspowarno Raya, Semarang. Selama ini, Anif masih tinggal bersama orang tuanya di Jl. Pamularsih IV nomor 20, Semarang. Anif dicari polisi dari Polwiltabes Semarang sejak Rabu (9/11/2005) kemarin. Rumah orang tua Anif juga telah digerebek polisi pada Rabu sekitar pukul 17.00 WIB dan pukul 20.00 WIB. Polisi tidak menemukan Anif dan hanya bertemu dengan ayah Anif, Suyadi. Menurut Suyadi, yang ditemui detikcom, Kamis (10/11/2005), para polisi itu datang dan mengaku mencari Anif dan tamu yang menginap dua hari lalu. Namun, saat itu, Anif belum pulang dari kiosnya, sementara orang yang diinapkan Anif juga sudah tidak ada. Akhirnya, polisi melakukan penggeledahan. Sejumlah buku dan majalah-majalah Islami milik Hanif disita polisi. Suyadi mengaku anaknya memang pernah menginapkan seseorang selama dua malam. Orang itu menginap setelah lebaran. Namun, kata Suyadi, sang tamu tidak pernah berbicara dengan anggota keluarganya, kecuali Anif. Anif juga tidak menjelaskan siapa tamunya itu. Suyadi mengaku sempat melihat tamu itu. Wajahnya ganteng, berambut tidak gondrong, tanpa jenggot. Umurnya sekitar 25-30 tahun. Tapi, Suyadi tidak pernah menanyakan kepada tamu itu nama dan asalnya. "Dia datang ke sini malam hari saja. Paginya langsung pergi," kata Suyadi. Saat ditanya apakah tamu itu mirip Noordin Moh Top, Suyadi mengaku tidak tahu. Wajah Noordin sendiri, Suyadi tidak tahu. Polisi kembali datang ke rumah Suyadi hari ini, Kamis (10/11/2005) sekitar pukul 12.30 WIB. Ada 4 petugas dari Unit TKP Polda Jawa Tengah yang datang. Polisi kembali menggeledah rumah dan membawa lagi sejumlah buku dan majalah. Selain itu, polisi juga tampak memotret rumah dan mengambil barang-barang lain milik Anif. Suyadi mengaku tidak tahu apakah anaknya sudah ditangkap polisi atau belum. Yang jelas, hingga hari ini, anaknya belum pulang. Dia terakhir bertemu Anif pada Rabu (9/11/2005) pagi saat berpamitan hendak berangkat ke kiosnya. "Kemarin sore tidak pulang. Biasanya dia menutup kiosnya pukul 17.00 WIB dan sampai di rumah malam hari. Hingga hari ini dia tidak kembali," kata dia. Suyadi sudah mencoba mengontak telepon genggam Anif untuk mencari keberadaan anaknya. "Tapi, HPnya mati," aku pria berusia 56 tahun itu. Tentang kegiatan Anif, Suyadi tidak mengetahui seratus persen. Yang dia ketahui, Anif memang sering ikut majelis taklim dan bergiat di masjid dekat rumah. Dia tidak yakin anaknya ikut kegiatan kelompok teroris Noordin Moh Top. (asy/)


Berita Terkait