Samsul Perencana Penggagalan Pelantikan Sempat Bertemu dengan Sejumlah Tokoh

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 24 Okt 2019 11:22 WIB
Samsul Huda (Samsuduha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Samsul Huda, otak perencana penggagalan pelantikan presiden, mengungkap pertemuannya dengan sejumlah tokoh. Samsul mengungkapkan rencananya melemparkan 'bom' bola karet itu ke tokoh-tokoh tersebut.

"Saya ketemu beberapa tokoh," ungkap Samsul dalam wawancara eksklusif dengan detikcom di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Salah satu tokoh yang dia temui adalah Eggi Sudjana. Pertemuan Samsul pertama kali dengan Eggi Sudjana terjadi di Masjid Baitul Rahman, Saharjo, Tebet, Jaksel, beberapa bulan lalu.

"Saya ketemu (dengan Eggi) di Masjid Baitul Rahman waktu kajian pemikiran islam, waktu bahas Pancasila," kata Samsul.

Pada pertemuan berikutnya, Samsul mengungkap soal rencana aksinya itu kepada Eggi. Saat itu Samsul bertemu dengan Eggi ketika hendak melakukan pengobatan tradisional kepada Eggi.

"Bang Eggi sambil obati beliau, karena saya ahli pengobatan," kata Samsul.

Samsul juga pernah meminta dana kepada Eggi. Disebutnya, dana itu untuk membeli perlengkapan untuk membuat 'bom bola karet'.


Dia juga mengaku sempat menceritakan pertemuannya itu dengan aktivis Sri Bintang Pamungkas (SBP). Samsul bertemu dengan SBP di Gedung Juang, Jakarta, dan di Jalan Guntur 49, Jakarta, sekitar seminggu sebelum dirinya ditangkap pada 19 Oktober 2019.

"(Pertemuan) itu kemarin dalam rangka bahasanya tentang demokrasi, waktu di Gedung Juang 45, kita bahas gugatan class action tentang legitimasi pemilu itu," ujarnya.

Samsul juga mengaku kenal dengan eks dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith, yang juga tersangka perencana ricuh di Aksi Mujahid 212 dan demo mahasiswa. Samsul mengenal Abdul Basith saat keduanya sama-sama mengikuti pertemuan di Universitas Nasional, Jakarta Selatan, sepekan menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan Pilpres 2019 pada Mei 2019.

"Pernah ketemu di Universitas Nasional dalam suatu dialog dan pernah ketemu di Patung Kuda, di Bogor. Seperti itu saja, sebatas itu. Di Unas itu diadakan dialog, tertutup dan dihadiri beberapa orang, sekitar 30-40 orang," paparnya.

Dalam pertemuan tersebut, Samsul juga menyebut ada salah satu tokoh dari Yogyakarta, Gus Ali.

"Basith dan Gus Ali saja yang saya kenal. Sisanya orang-orang selevel saya saja di bagian bawah," tuturnya.
(mei/mei)