detikNews
2019/10/24 09:45:20 WIB

Cuaca Panas Landa Indonesia, Apa Doa yang Bisa Diamalkan?

Erwin Dariyanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Cuaca Panas Landa Indonesia, Apa Doa yang Bisa Diamalkan? lustrasi berdoa: Fauzan Kamil/detikcom
Jakarta -

Dalam beberapa hari ini cuaca sejumlah tempat di Indonesia sedang panas. Bahkan di Jakarta dan sejumlah wilayah suhunya mencapai 37 derajat celcius. Secara bersamaan memang saat ini tengah terjadi kemarau panjang di Tanah Air. Adakah doa saat cuaca panas?



Belum ada tuntunan doa khusus yang bisa diamalkan saat menghadapi cuaca panas. Namun Rasulullah serta para sahabat mengajarkan sholat istisqa serta doa minta hujan saat menghadapi kemarau panjang dan kekeringan .

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Imam Al-Albani, Rasulullah SAW juga pernah mengajarkan sebuah doa kepada Aisyah jika menghadapi sesuatu yang tidak disukai. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ ». وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

"Dari Aisyah, kebiasaan Rasulullah jika menyaksikan hal-hal yang Beliau sukai adalah mengucapkan "Alhamdulillah alladzi bi ni'matihi tatimmus shalihat". Sedangkan jika Beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan Beliau mengucapkan "Alhamdulillah 'ala kulli haal".

Dalam sejarahnya, Rasulullah dan para sahabat ketika menghadapi kemarau panjang mengerjakan sholat Istisqa dan memanjatkan doa minta hujan. Sholat minta hujan atau sholat Istisqa dikerjakan Nabi Muhammad SAW empat tahun sebelum Beliau wafat.

Ketika itu hampir satu tahun di wilayah Madinah dilanda kekeringan. Umat Islam pun dibuat kesusahan sehingga meminta Rasulullah agar berdoa kepada Allah untuk menurunkan hujan. Rasulullah menyanggupi permintaan tersebut dengan melakukan Salat Istisqa di Masjid Gammah yang terletak 500 meter dari Masjid Nabawi di Madinah.

Dikutip dari nu.or.id, saat menyampaikan khotbah Sholat Istisqa Rasulullah membaca sejumlah doa minta hujan. Pertama:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ, اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ, مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ, أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ, وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

Alhamdulillāhi rabbil ālamīn. Arrahmānir rahīm. Māliki yaumid dīn. Lā ilāha illallāhu yaf'alu mā yurīd. Allahumma antallāhu. Lā ilāha illā anta. Antal ghaniyyu wa nahnul fuqara`. Anzil 'alainal ghaitsa waj'al mā anzalta 'alainā quwwatan wa balaghan ilā hīn.

Artinya, "Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Kau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Kau Maha Kaya. Sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah apa yang telah Kauturunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai hari yang ditetapkan," (HR Abu Dawud).

Rasulullah juga membaca doa berikut ini:



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com