Terkait Pembakaran KPUD, Kapolres Tapanuli Tengah Dicopot
Rabu, 09 Nov 2005 21:21 WIB
Medan -
Menyusul dibakarnya kantor KPU Daerah Tapanuli Tengah akibat kisruh menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di kabupaten tersebut, Polri akhirnya mencopot AKBP CBS Nasution dari jabatannya sebagai Kapolres Tapanuli Tengah (Tapteng). Serah-terima dilakukan Rabu (9/11/2005) di Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sumut), Jl Medan -Tanjung Morawa, Medan. Dalam acara yang berlangsung sederhana yang dipimpin Kapolda Sumut Irjen Pol Iwan Pandjiwinata, Kapolres Tapteng AKBP CBS Nasution menyerahkan jabatannya kepada AKBP Yasdan Rivai. CBS Nasution selanjutnya ditempatkan sebagai perwira menengah di Polda Sumut. Yasdan sebelumnya adalah Kapolres Mandailing Natal, Sumut. Jabatan yang ditinggalkannya lalu diisi AKBP Indra Mulyadi, perwira menengah pada Biro Operasional Polda Sumut. Keduanya dilantik secara bersamaan. "Ini adalah resiko sebagai kepala satuan wilayah," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Bambang Prihadhy usai acara sertijab. Namun dia menolak menyebut pergantian itu sebagai buntut pembakaran kantor KPUD tersebut. Rencana penggantian ini sebenarnya sudah disampaikan langsung Kapolda Iwan Pandjiwinata kepada wartawan pada Minggu (30/10/2005), saat meninjau lokasi bekas kantor KPUD Tapteng di Jl DI Panjaitan, Pandan, ibukota Tapteng, sekitar 360 kilometer dari Medan.Kasus pembakaran kantor KPUD itu terjadi, pada Sabtu (29/10/2005) sekitar pukul 16.00 Wib. Api bersumber dari bom molotov yang dilemparkan sejumlah massa. Motif pembakaran diduga terkait dengan pengumuman KPUD Tapteng ada Sabtu pagi, sekitar pukul 10 WIB. KPUD menetapkan hanya dua dari tiga pasangan calon bupati yang lolos untuk ikut dalam Pilkada 8 Desember mendatang, yakni pasangan Tuani Lumbantobing (bupati saat ini) dan Effendi Pohan, kemudian pasangan Jusmen Nainggolan dan Wilpren Gultom. Sedangkan pasangan Roslila Sitompul dan Henri Jhon Hutagalung dinyatakan tidak lolos karena masalah ijazah yang dimiliki Roslila. Untuk menjaga kemungkinan perusakan susulan, hingga kini sepasukan Brimob masih disiagakan di kantor Bupati Tapteng, kantor DPRD Tapteng dan kantor KPUD Tapteng yang baru, yang letaknya berdekatan dengan kantor DPRD. Jalan keluar dan masuk menuju kantor KPUD Tapteng yang baru saat ini ditutup untuk kendaraan umum dengan pemasangan tanda verboden.Sedangkan kantor KPUD Tapteng yang lama sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan.
(ary/)










































