"Sumber api dari wilayah administrasi Bondowoso. Karena di wilayah itu sering terjadi pembukaan lahan dengan cara dibakar, sehingga merambat sampai ke Wilayah administrasi Banyuwangi," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram, Minggu (20/10/2019).
BPBD Banyuwangi sudah berkoordinasi dengan Perhutani KPH Banyuwangi Barat untuk melakukan sejumlah penanganan sehingga kebakaran hutan di Gunung Ranti tidak meluas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pihaknya juga menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD untuk membantu Perhutani sekaligus melakukan asessment dampak dari kebakaran hutan.
"Dari asessment yang dilakukan, sekitar 10 hektare lahan di Gunung Ranti yang terbakar. Bisa lebih karena ada beberapa spot titik api," imbuhnya.
Menurut Eka, kebakaran hutan di Gunung Ranti ini sebenarnya rutin terjadi tiap tahun. "Jadi yang terbakar itu tanaman selasah, ranting dan rumput kering. Kemungkinan besok kebakaran sudah padam, ketika bahan bakarnya sudah habis," pungkasnya.
Gunung Ranti merupakan salah satu puncak di kawasan Pegunungan Ijen dengan ketinggian mencapai 2.601 Mdpl yang berada di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi. Kebakaran masih terjadi hingga dini hari ini.
Angin yang kencang jadi faktor kebakaran meluas dengan cepat hingga menyebabkan separuh Gunung Ranti terbakar. Dikabarkan ada empat orang pendaki yang masih terjebak kebakaran di atas gunung.
Halaman 2 dari 2











































