Mendikbud Pamitan: Jadi Menteri itu Sekolah, Gurunya Jokowi-JK

Mendikbud Pamitan: Jadi Menteri itu Sekolah, Gurunya Jokowi-JK

Farih Maulana Sidik - detikNews
Sabtu, 19 Okt 2019 16:39 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy (Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom)
Mendikbud Muhadjir Effendy (Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta - Mendikbud Muhadjir Effendy berpamitan di akhir masa jabatannya. Muhadjir mengibaratkan menteri sebagai murid yang bersekolah, sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) adalah gurunya.

"Saya pamit. Kalau ada kesalahan, mohon dimaafkan," ucap Muhadjir dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (19/10/2019).

Bila tidak dilirik Jokowi lagi sebagai menteri dalam periode kedua, Muhadjir mengaku kembali menjadi dosen di Universitas Negeri Malang. Selama ini saat menjabat sebagai menteri pun Muhadjir menilainya sebagai ladang pendidikan baginya.

"Saya kan dosen, jadinya ya dosen. Bagi saya menjadi menteri ini sekolah. Ini kuliah untuk mengambil pos doktoral," kata Muhadjir.

"Jadi banyak pelajaran, banyak pengalaman, tentu saja ada 2 guru istimewa, yaitu Pak Jokowi dan Pak JK. Saya banyak belajar dari beliau, terutama dalam penguasaan lapangan, kan dosen biasanya banyak teori karena itu banyak kritik karena ngertinya cuma teori," imbuh Muhadjir.

Pada siapa pun menteri penggantinya kelak, Muhadjir menitipkan program-program yang telah dikerjakan untuk dilanjutkan dan disempurnakan. Menurutnya, ada 4 program yang menjadi prioritas saat dirinya diminta presiden sebagai Mendikbud.

"Pertama pendidikan budi pekerti, kemudian pendidikan karakter, dan sekarang sudah memiliki payung hukum, yaitu Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017, dan itu seharusnya berkelanjutan karena sudah punya payung hukum," katanya.