Takut Disidak, Mayoritas PNS Pemprov Jateng Ngantor
Rabu, 09 Nov 2005 15:09 WIB
Semarang - Tampaknya, PNS di lingkungan Pemprov Jateng tak ingin bermasalah pada hari pertama masuk kerja pasca libur Lebaran. Hampir semua dari mereka masuk kerja alias ngantor karena takut disidak (inspeksi mendadak).Kehadiran PNS itu terlihat dari apel pagi di halaman Kantor Gubernur Jateng Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (9/11/2005). Pegawai di lingkungan biro, badan dan dinas terlihat ikut dalam apel yang dipimpin langsung Gubernur Jateng Mardiyanto itu.Berdasarkan pantaun detikcom, meski ngantor, para PNS tidak langsung bekerja sebagaimana biasanya. Banyak dari mereka yang meningggalkan ruangannya untuk bersilaturahmi dengan pegawai lain yang berada satu kompleks."Ini kan hari pertama, jadi acaranya ya salam-salaman. Tapi tidak ada yang berani bolos," kata salah satu PNS di Dinas Permukiman dan Tata Ruang (Kimtaru) Jateng Kusnety.Menurut dia, banyaknya PNS yang hadir pada hari pertama masuk kerja dikarenakan ada informasi bahwa akan ada Inspeksi Mendadak (Sidak). Sidak akan dilakukan pejabat dari Badan Pengawas Daerah (Bawasda) dan Pemprov Jateng.Sementara itu, Gubernur Jateng Mardiyanto menjelaskan, pihaknya siap memberi sanksi bagi PNS yang tidak mematuhi aturan. "Hanya sedikit sekali yang tidak hadir. Itu pun karena ada alasan khusus," katanya usai apel.Mardiyanto menegaskan, aturan masalah PNS sudah jelas tertuang dalam PP. Dia meminta para PNS memahami aturan itu. Mardiyanto lebih senang jika PNS pelanggar aturan memperbaiki kesalahannya sendiri daripada pemberian sanksi.Hal agak berbeda terjadi di Kantor DPRD Jateng yang bersebelahan dengan Kantor Gubernur. Di setiap ruang fraksi maupun komisi, situasi sangat lengang. Hanya ada satu dua staf yang berjaga. Sedangkan sebagian besar wakil rakyat tak kelihatan batang hidungnya.
(asy/)











































