detikNews
2019/10/18 22:30:51 WIB

Menristek Pamer Capaian 5 Tahun: Progres Publikasi Riset Hingga 'Gesits'

Farih Maulana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Menristek Pamer Capaian 5 Tahun: Progres Publikasi Riset Hingga Gesits Mohamad Nasir. (Foto: Farih Maulana/detikcom)
Jakarta - Mohamad Nasir memaparkan capaiannya selama 5 tahun menjabat sebagai Menristekdikti. Dia menjabarkan capaiannya mulai dari peningkatan publikasi riset hingga motor listrik 'Gesits'.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro Semarang itu mulanya bercerita awal mula dipilih menjadi menteri Kabinet Kerja Jokowi. Nasir mengaku tak pernah terlintas untuk menjadi menteri.

"Saya ingin cerita sebagai menteri bukan cita-cita saya jadi menteri. Saya pada saat diangkat itu pikiran saya kan tetap menjadi rektor, tapi kinerja yang saya lakukan selama 5 tahun jadi menteri yang tidak pernah dibayangkan, kira-kira tercapai atau tidak?" ujar Nasir, di kantor Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).



Setelah terpilih, Nasir kemudian di hadapan persoalan untuk menggabungkan antara Kemenristek dengan Kemendikbud bidang pendidikan tinggi. Menurutnya, saat itu mayoritas masalah tertinggi ada di bidang pendidikan yakni perguruan tinggi.

"Masalah paling dominan sampai 60-70 persen ternyata ada di pendidikan tinggi. Berarti setelah pendidikan tinggi dipisah 60-70 persen itu masalahnya berarti penyebab utamanya yang akan menjadi kementerian ini akan jadi masalah," katanya.

"Bisa nggak itu kita perbaiki yang semua itu dari sumber masalah. Alhamdulillah bekerja satu tahun langsung meningkatkan reputasi di pendidikan tinggi dan ristek ini dari WDP menjadi WTP (wajar tanpa pengecualian) sampai sekarang," sambungnya.

Nasir juga menceritakan soal penataan sistem online pengurusan jabatan dosen menjadi rektor kepala atau guru besar yang menghabiskan waktu hingga dua tahun. Menurut Nasir, sistem online berdampak pada peningkatan jumlah guru besar yang semakin baik.

"Dalam kaitan ngurus ijazah bagi teman-teman kita yang sedang menyelesaikan pendidikan di luar negeri. Pulang harus mengurus ijazah ke Jakarta, habis duitnya ini. Dengan online melalui pelayanan satu pintu bisa online cepat sekali. Ini yang harus kita dorong, supaya ada perbaikan dalam penyelesaian masalah," katanya.

Lebih jauh, Nasir mengatakan perbaikan sistem yang ada kemudian ditingkatkan ke tujuan riset yang harus dipublikasi. Menurutnya, publikasi riset bertujuan untuk meningkatkan daya saing.

Nasir kemudian menyebut soal daya saing Indonesia yang berada di nomor 4 di Asia Tenggara berdasarkan data tahun 2013. Posisi empat itu belum pernah beranjak naik lagi.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com