Tentang Bisa Ular Sangat Mematikan yang Tewaskan Suami-Istri di Cianjur

Tentang Bisa Ular Sangat Mematikan yang Tewaskan Suami-Istri di Cianjur

Haris Fadhil - detikNews
Jumat, 18 Okt 2019 05:00 WIB
Foto: Ilustrasi ular (Infografis detikcom)
Foto: Ilustrasi ular (Infografis detikcom)
Jakarta - Suami-istri asal Cianjur, Maksum (40) dan Nuryani (38), tewas setelah dipatuk ular. Meski waktu kejadiannya berbeda, keduanya sama-sama diduga tewas akibat patukan ular welang. Sebenarnya, seberapa berbahaya bisa ular welang tersebut?

Peneliti herpetologi LIPI, Amir Hamidy, mengaku belum bisa memastikan jenis ular yang menggigit Maksum dan Nuryani. Namun, dia menyebut ular welang yang diduga mematuk keduanya memang bisa ditemukan di wilayah Cianjur.

"Ular welang itu memang ada di Jawa ya bahkan di Jawa Barat, Cianjur, hampir di seluruh Jawa juga ada," kata Amir, Kamis (17/10/2019).



Amir mengatakan sebenarnya ada dua jenis ular di Jawa yang secara fisik mirip dengan corak belang-belang, yaitu ular welang (Bungarus fasciatus) dan ular weling (Bungarus candidus). Kedua ular itu, kata Amir, sama-sama memiliki bisa mematikan dengan sifat neurotoksin.

"Kakarter bisanya juga sama. Neurotoksin kuat. Nah, kalau yang dibilang itu welang, kita nggak tahu ya (yang menggigit) ular seperti apa, tapi kedua-duanya memang sama level bisanya bisa membunuh manusia. Karena karakter bisanya itu welang seperti itu neurotoksin," ujarnya.

Menurutnya, bisa dari ular welang akan menyerang saraf pernafasan sehingga orang yang digigit bakal mengalami gagal nafas hingga tewas. Efek mematikan bisa ular tersebut sangat cepat.

"Sesak nafas, gagal nafas, biasanya meninggal di situ. Ini karena dia neurotoksin itu sangat cepat dia. Penanganan harus sangat cepat. Beda dengan hemotoksin atau yang nyerang darah. Kalau neurotoksin ini hitungan menit atau jam itu sangat berarti sekali dalam konteks penanganan," ujarnya.

Amir mengatakan cepat tidaknya efek mematikan bisa ular tersebut tergantung jumlah bisa yang disuntikkan ular ke tubuh manusia serta ketahanan manusia yang digigit. Amir menyebut di pengujung musim kemarau ular memang kerap muncul di rumah seseorang, khususnya malam hari.

"Welang dan weling ini memang sangat berbahaya karena dia neurotoksin kuat itu, kalau kobra itu masih ada campurannya segala macam tapi sama-sama berbisa, sama-sama bisa membunuh manusia dewasa. Kasus welang ini nocturnal banget ya ularnya. Kemudian banyak kasus orang tergigit saat tidur itu bukan cuma di Indonesia, di India juga apalagi kalau lantai bawah itu dingin. Ular itu kalau dingin dia mencari yang panas kan. Tubuh kita kan panas, pas kita tidur dia masuk kemudian kita bergerak kan ular tergencet, kejadian banyak seperti itu," jelasnya.

Meski demikian, Amir mengatakan antitoksin untuk bisa ular welang ini sudah ada. Namun, antitoksin itu harus diberikan dalam tempo yang sangat cepat usai seseorang digigit ular welang.

"Antibisanya sebenarnya udah ada. Ada satu yang diproduksi itu ada antibisa welang, itu ada. Cuma memang kalau penanganan di awal kurang tepat, apalagi kita nggak tahu darurat begitu, karakter bisa neurotoksin harus sangat cepat ditangani," ujarnya.

Sebelumnya, Maksum diketahui dipatuk ular tersebut pada Sabtu (17/2/2018) siang. Reaksi bisa ular itu membuat nyawa Maksum tak tertolong. Ia meninggal pada sore hari.



Maksum saat itu disebut dipatuk ular sewaktu tertidur di kamar rumahnya. Ular belang hitam-putih itu mematuk bagian kaki lelaki tersebut. Ular diduga masuk dari lubang lantai rumahnya yang tidak memakai plester.

Setahun kemudian, peristiwa serupa terulang. Kali ini Nuryani, istri Maksum, terkena patukan ular welang di jari manis, Jumat (11/10/2019) malam.

Sewaktu kejadian itu, Nuryani baru selesai salat malam di dalam rumah. Ibu empat anak itu sempat mengalami sesak napas dan kehilangan penglihatannya.

"Wajahnya lebam, beberapa kali almarhumah bilang pandangannya buram. Sempat kita periksakan ke puskesmas, lalu diberi obat. Sayangnya obat hanya sampai tenggorokan, keluar lagi," ujar Abah Onih.

Pada Sabtu (12/10/2019) pagi, Nuryani diketahui sudah tak bernapas. Warga kemudian memeriksa rumah Nuryani. Sejumlah warga mendapati lubang-lubang kecil di lantai plesteran rumah. Ular itu diduga masuk melalui lubang lantai. (haf/haf)