Akbar disebut sempat mengalami kram kaki setelah makan siang, Rabu (16/10). Melihat Akbar kram, semua senior coba memberi bantuan dengan pemeriksaan kesehatan.
"Kejadian setelah makan siang, korban ini bilang kakinya kram. Setelah itu kita senior kasih bantuan dan dia diperiksa," tegas Komandan Menwa Sumsel, Rano Karno saat ditemui di RS Bhayangkara, Kamis (17/10/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena tidak ada perubahan, langsung dibawa ke rumah sakit dan pukul 15.25 WIB meninggal di rumah sakit Ar Royan Indralaya. Keluhan awal memang sakit kram," katanya.
Sebagai Komandan Menwa dan senior di organisasi, Rano Karno memastikan tidak ada kekerasan saat prapendidikan dasar di Tajung Senai, Ogan Ilir, termasuk saat korban diperiksa di rumah sakit.
"Keluhan karena kram, saya pastikan tak ada kekerasan. Tapi kami tetap merujuk pada hasil visum rumah sakit dan kasus ini kami serahkan kepada kepolisian dan pihak keluarga," kata Rano tegas.
Kegiatan pradiksar sendiri disebut Rano adalah proses penerimaan calon anggota Menwa. Kegiatan ini diikuti dua kampus di Palembang, Universitas Taman Siswa (Untas) dan Universitas Muhammadiyah Palembang.
Keluarga yang curiga dengan tewasnya Akbar kemudian melaporkan peristiwa ini ke Polres Ogan Ilir. Dalam laporan itu, keluarga menilai korban tewas akibat penganiayaan.
Halaman 2 dari 2











































