"Indonesia ini punya banyak aturan. Semua pada takut ambil keputusan, jadinya terlalu hati-hati, cenderung penakut," kata JK dalam dialog 100 Ekonom di Hotel Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).
JK meminta pejabat negara tidak takut dalam mengambil keputusan asal menggunakan pertimbangan matang. JK menyinggung operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK.
"Sebenarnya nggak usah takut, harusnya pakai perhitungan dulu yang pas. Apalagi di daerah, kita apresiasi KPK hari ini, nangkep wali kota Medan. Itu perlu, tapi, ada efeknya ketakutan dan sistem kita nginynya proper. Ada baiknya tapi kehati-hatianya keterlaluan," jelasnya.
Baca juga: Lepas Jabatan Wapres, JK Fokus Kejar Akhirat |
JK sendiri mempunyai pengalaman saat kunjungan ke Batam melihat pelabuhan kapal. Dia mengaku heran untuk mengadakan crane harus menunggu Keppres.
"Bulan lalu saya ke Batam, pelabuhan Batam masih seperti Singapur 50-an. Crane masih satu persatu, ongkos Batam-Singapur lebig mahal Jakarta-Singapur. Tapi minta Keppres membeli crane, beli crane saja ketakutan, itu yang terjadi," ucapnya.
JK mengatakan hal itu akan menjadi evaluasi. Dia menyebut banyak Keppres yang diterbitkan oleh pejabat daerah tahun ini.
"Keppres itu terlalu banyak pada tahun ini. Strategi kedepan, ini perlu jadi evaluasi," sebutnya.
Tonton video Lepas Jabatan Wapres, JK Fokus Kejar Akhirat:
(fdu/rvk)











































