MA Anulir Vonis Mati Mafia Narkoba Jadi 17 Tahun Bui, Eh Ditangkap BNN Lagi

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 17 Okt 2019 15:24 WIB
Hakim agung Suhadi (ari/detikcom)
Hakim agung Suhadi (ari/detikcom)

Minggus tidak terima dan mengajukan kasasi. Apa nyana, MA menganulir vonis itu.

"Menjatuhkan hukuman pidana selama 17 tahun penjara," demikian bunyi putusan MA yang dilansir di websitenya, Kamis (17/10/2019).

Duduk sebagai ketua majelis Suhadi dengan anggota Desnayeti dan MD Pasaribu. Apa alasan Suhadi dkk menganulir hukuman mati itu?
MA Anulir Vonis Mati Mafia Narkoba Jadi 17 Tahun Bui, Eh Ditangkap BNN LagiHakim agung Suhadi (ari/detikcom)

"Terdakwa bersama Denny hanyalah menjalankan perintah dari Akhmad Mulyana," ujar Suhadi yang juga Ketua Muda MA/Ketua Kamar Pidana.


Alih-alih berbuat baik, Minggus malah kembali berulah di dalam sel. Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menangkap kembali Minggu di dalam selnya pada Juli 2019. Minggus terendus saat kaki tangannya ditangkap saat menyelundupkan sabu lewat Pelabuhan Tanjung Emas Semarang seberat 200 gram.

"Ada pas orang nanya pas ada kenalan kita arahkan, bukan saya kendalikan," ujar Minggus.

Terkait telepon seluler yang ia gunakan untuk transaksi narkoba, Minggu mengaku kalau ponsel itu bekas narapidana sebelumnya yang sudah bebas. Ponsel itu dijual ke napi baru.

"Handphone itu berantai, ditinggal di lapas dari orang yang bebas, dijual, handphone itu giliran," aku Minggus.
Halaman

(asp/rvk)