detikNews
2019/10/15 18:10:52 WIB

Aneka Pungli di RI: Main Mata ke Petugas Lapas-Selipkan Duit di Paspor

Aditya Mardiastuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
Aneka Pungli di RI: Main Mata ke Petugas Lapas-Selipkan Duit di Paspor FGD pemberantasan pungli di lingkungan Kemenkum HAM (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Denpasar - Tim Satgas Saber Pungli mengungkap modus-modus baru pungutan liar (pungli) yang terjadi di instansi-instansi pemerintahan. Tak cuma di instansi pemerintahan, sektor pariwisata rupanya juga tak luput dari para investor maupun sponsor nakal.

"Memang ada beberapa kenakalan sponsor, 'lu masuk aja pakai visa wisata kan nggak boleh kerja, nanti gue yang atur'. Tahu-tahu nanti seperti ditanya imigrasi alamat, 'saya mau ke pabrik sepatu pak di Tangerang, saya mau ke pabrik apa'. Itu yang perlu kita selidiki sekarang, jadi agar dicek," kata Sekretaris Satgas Saber Pungli Irjen Widiyanto Poesoko di sela Focus Group Discussion (FGD) di kantor Kementerian Hukum dan HAM wilayah Bali, Jl Raya Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Selasa (15/10/2019).

Widi menuturkan praktik ini ditemukan di Jakarta Pusat. Pihaknya sudah mengamankan sejumlah tenaga kerja asing yang tidak menggunakan visa kerja.
"Makanya saya baru titipkan ke imigrasi. Ada yang ditangkap di Jakpus, udah ada yang ditangkep," terangnya.

Tak cuma itu, praktik pungli juga ditemukan di lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas). Pungli dilakukan untuk dana kebersihan hingga listrik.

"Nggak cuma imigrasi tapi juga lapas. (Modusnya) Saya mau nengok pindah kamar, pinjem HP, air, listrik, kebersihan ada pungutan di lapas. Seperti di apartemen ada uang kebersihan, uang listrik, uang air yang harusnya nggak dipungut. Tapi bisa juga kesepakatan masyarakat binaan supaya bersih, malas kerja bayar ajalah," terangnya.


Sekretaris Satgas Saber Pungli Irjen Widiyanto PoesokoSekretaris Satgas Saber Pungli Irjen Widiyanto Poesoko (Aditya Mardiastuti/detikcom)

Dia juga menceritakan adanya informasi pungli ke para investor dari China sebesar 100 dollar. Hanya saja hingga saat ini dia masih belum bisa membuktikan praktik pungli tersebut.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com