Jelang 2 Tahun Anies, PDIP Soroti Kinerja TGUPP

Jelang 2 Tahun Anies, PDIP Soroti Kinerja TGUPP

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 15 Okt 2019 15:31 WIB
Jelang 2 Tahun Anies, PDIP Soroti Kinerja TGUPP
Ketua Fraksi PDIP DKI Gembong Warsono (Fida/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera melewati dua tahun masa jabatannya. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyoroti soal kinerja Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono menilai TGUPP belum memberikan efek kepada masyarakat. Hal ini tidak sebanding dengan anggaran yang mencapai Rp 18,99 miliar pada APBD 2019.

"Nggak ada (membantu gubernur), faktanya kan nggak ada, nggak ada kinerja TGUPP yang signifikan, yang langsung dirasakan masyarakat, tidak ada, yang bisa merasakan kinerja TGUPP hanya gubernur. Nggak sebanding (dengan anggaran)," ucap Gembong di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bagi Gembong, Anies memiliki beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di sisa jabatannya. Salah satu hal yang dianggap penting adalah soal banjir dan perumahan.

"Seperti sekarang, bagaimana program pencegahan banjir antisipasinya bagaimana, apakah hari-hari ini Pak Anies sudah melakukan langkah-langkah antisipasi banjir?" kata Gembong.

Soal perumahan, Gembong meminta Anies tidak hanya terfokus pada program rumah DP Rp 0. Penyediaan rusunawa terjangkau juga harus diperhatikan.

"Prioritas Anies jangan hanya tertumpu di rumah DP Rp 0 tapi juga di rusunawa agar jumlah warga yang menikmati subsidi dari pemerintah banyak," kata Gembong.

Gembong meminta Anies segera menyelesaikan program yang belum terealisasi. Maka, keberadaan wakil gubernur yang kosong lebih dari satu tahun pun perlu diperhatikan juga.


"Masih banyak PR-PR yang harus dikerjakan, maka saya berharap Pak Anies segera mendorong programnya dan juga wakil segera ada," kata Gembong.

"Caranya bagaimana? Pak Anies melakukan komunikasi politik dengan partai pengusung, meski Pak Anies tidak ada kewenangan tapi beliau ada peran, peran itu harus dimainkan dengan komunikasi politik dengan partai pengusung," sambung Gembong.

Diketahui, Anies beserta pasangannya saat itu, Sandiaga Uno, dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara pada 16 Oktober 2017. Pasangan yang diusung oleh PKS dan Gerindra itu menang melawan pasangan pertahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.
Halaman 2 dari 2
(aik/haf)


Berita Terkait