detikNews
Senin 14 Oktober 2019, 20:18 WIB

Angklung Pengamen Kota Lama Rusak, Walkot Hendi: Semua Saya Bayar

Yakob Arfin - detikNews
Angklung Pengamen Kota Lama Rusak, Walkot Hendi: Semua Saya Bayar Foto: Pemkot Semarang
Jakarta - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi merespon atas laporan kerusakan alat musik kelompok pengamen angklung, pasca terjadinya penertiban di Kota Lama Semarang. Ia pun memberikan undangan terbuka melalui media sosial untuk bertemu dengan pihak-pihak yang merasa dirugikan di kantornya, Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda.

Atas kejadian rusaknya alat musik angklung tersebut, pria yang akrab disapa Hendi ini mempersilakan perwakilan kelompok pengamen angklung untuk mengambil alat musik tersebut di Satpol PP. Ia juga menawarkan solusi untuk memperbaki dan mengganti semua biaya perbaikan angklung tersebut.

"Ya sudah Jumat besok diambil, terus diperbaiki di mana, atau dibawa ke sini biar saya yang perbaiki juga tidak apa-apa. Itu nanti semua saya yang bayar," kata Hendi dalam keterangan tertulis, Senin (14/10/2019).


Kepada perwakilan kelompok pengamen angklung, Ewank, Hendi berpesan bagaimana seniman jalanan tersebut tetap dapat berekspresi namun tetap harus memiliki izin.

"Kalau sudah diperbaiki, selanjutnya dipikirkan bagaimana caranya sedulur-sedulur bisa berekspresi di Kota Lama tapi berizin. Sebab kalau tidak ada izinnya jadi tidak tertib, semua ingin main di Kota Lama nanti tidak tertata lagi," pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Hendi meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dispudbar) Kota Semarang yang hadir diwakili oleh Bidang Kesenian untuk bisa cermat dalam menata pelaku seni di kawasan wisata. Hal itu dilakukan agar di kemudian hari bisa membuat wisatawan juga nyaman.

"Saya minta Disbudpar untuk segera bisa mengatur, kalau memang sampai saat ini yang mendaftarkan untuk mendapat izin baru sembilan, ya sudah itu langsung diatur bagaimana," terangnya.

Hendi juga menekankan agar tempatnya pun bisa digilir dengan rotasi waktu secara bergantian antar pelaku seni di Kota Semarang.


"Bisa tempatnya digilir, bisa juga waktunya juga gantian, yang pasti jangan sampai ada yang masih beraktivitas di Traffic Light karena tidak terakomodir," imbuhnya.

Atas respon dan solusi yang ditawarkan Hendi, kelompok pengamen angklung mengaku senang dan berharap dapat segera bermain kembali di Kota Lama karena telah mendaftarkan diri di Disbudpar Kota Semarang. Ewank dan kawan-kawannya pengamen angklung mengaku sudah mendapatkan kartu identitas dari Disbudpar, yang kemudian tinggal menunggu alat musiknya kembali untuk bisa dimainkan lagi angklungnya.


Simak juga video "Angklung, Budaya Nusantara yang Lestari di Dunia Modern" :

[Gambas:Video 20detik]


(akn/akn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com