Tersangka Fauzan Ngaku Disuruh Tim Medis Salin Data di Laptop Ninoy

Tersangka Fauzan Ngaku Disuruh Tim Medis Salin Data di Laptop Ninoy

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Okt 2019 18:29 WIB
Riski Fauzan (dok. detikcom)
Riski Fauzan (dok. detikcom)
Jakarta - Data-data di laptop pegiat medsos sekaligus relawan Joko Widodo, Ninoy Karundeng, disalin oleh para tersangka penganiayaan. Salah satu tersangka, Riski Fauzan, mengakui menyalin data di laptop Ninoy atas suruhan tim medis.

Dalam wawancara eksklusif dengan detikcom di Polda Metro Jaya, Jumat (11/10/2019), Fauzan mengaku disuruh oleh tim medis untuk menyalin data-data di dalam laptop Ninoy. Tim medis saat itu berada di Masjid Al-Falaah, Pejompongan, Jakarta Pusat, untuk menangani korban demo yang terkena gas air mata.

"Ada yang nyuruh tim medis suami-istri itu, saya nggak kenal namanya," kata Fauzan.

Fauzan menjelaskan saat itu dirinya sedang mendistribusikan logistik untuk para korban demo yang terkena gas air mata di Masjid Al-Falaah, Pejompongan, Jakarta Pusat. Fauzan saat itu melihat Ninoy tengah dikerumuni sejumlah orang dan diinterogasi.

"Jadi sebelumnya itu pas saya masuk setelah Abdul (tersangka Abdul Basyir, red) interogasi itu posisi tas dan tas selempang Ninoy udah disita tim medis," ujarnya.

Tim medis tersebut kemudian menanyakan apakah di antara orang-orang di masjid itu tahu cara menyalin data dari laptop.

"Nah setelah itu saya masuk lagi, tim medis ngomong 'siapa yang bisa komputer'," ucapnya.

Mendengar hal itu, Fauzan dan temannya, Rahmat Ismail alias Baros, yang juga jadi tersangka, mengangkat tangan. Keduanya kemudian diminta membuka laptop untuk mencari tahu apakah Ninoy seorang buzzer.

"Saya kan baru lulus S1 IT bareng temen saya juga, majulah teman saya, Baros, dan saya. 'Nah coba dicek dong', yang nyuruh kita itu tim medis 'coba dicek itu buzzer atau tidak'," jelasnya.







Ada dua laptop milik Ninoy yang dibongkar oleh Fauzan dan Baros. Salah satunya dikunci password, hingga kemudian Fauzan meminta Ninoy membukanya.

"Kan ada 2 laptop, yang putih dan hitam. Saya buka warna putih dan yang hitam itu Saudara Baros. Yang putih di-lock itu saya langsung marahin korban 'ini apa password-nya', lalu dibuka sama korban," katanya.

Setelah laptop terbuka, Fauzan menyalin seluruh data di dokumen Ninoy dan disalin ke flashdisk miliknya. Fauzan mengaku tidak menghapus data-data di laptop Ninoy.

"Setelah itu saya buka My Computer, My Document, nah setelah itu saya copy yang di My Document 'control A', saya copy nggak saya 'cut', setelah itu saya taruh ke flashdisk," tuturnya.

Dalam kesempatan terpisah, di kantor Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Ninoy mengatakan para pelaku juga membuka-buka ponselnya. Bahkan handphone miliknya di-reset sehingga Ninoy kini tidak bisa membuka ponsel tersebut.




(mea/mea)