Sekjen PPP Arsul Sani awalnya mengungkapkan bahwa PPP sudah beberapa kali bertemu dengan Prabowo. Dua pertemuan digelar di kediaman Prabowo di Jakarta Selatan, dan sekali di rumah Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa di kawasan Pondok Indah.
"Oh tiga kali (bertemu Prabowo). PPP kan ke Pak Prabowo di Kertanegara dua kali. Kemudian, sekitar dua, tiga minggu lalu Pak Prabowo ganti yang datang ke rumah Pak Ketum PPP Pak Suharso di Pondok Indah, itu sekali," kata Arsul di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/10/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan di kediaman Prabowo di Kertanegara, Kebayoran Baru, pada 15 Agustus 2019, PPP mendengarkan paparan tentang program pembangunan eks Danjen Kopassus itu. Konsep itulah yang kemudian disampaikan PPP ke Jokowi.
Menurut Arsul, Jokowi kemudian menganggap perlu mendengar langsung konsep tersebut dari Prabowo. Karena itu, terjadilah pertemuan antara Jokowi dan Prabowo di Istana Kepresidenan pada 11 Oktober lalu.
"Iya, kemudian PPP juga menyampaikan ke Pak Jokowi. Karena itulah Pak Jokowi kemudian juga memandang perlu bertemu dengan Pak Prabowo, karena kami sampaikan terus juga pada Pak Jokowi bahwa ini pemikiran Pak Prabowo, monggo Bapak nilai dan kalau Bapak cocok tentu terakomodasi," papar Arsul.
Arsul menyebut PPP memang membuka komunikasi dengan partai-partai di luar Koalisi Indonesia Kerja (KIK), baik dengan Gerindra maupun Partai Demokrat.
"Apalagi ini mau pilkada. Kita kan ada daerah-daerah tertentu yang memang koalisinya ada yang dengan, mulai dari sekarang kita omongin dengan Gerindra, Demokrat disamping dengan partai-partai KIK itu," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Jokowi dan Prabowo memang bertemu di Istana Kepresidenan pada Jumat (11/10). Keduanya juga membahas soal peluang Gerindra masuk ke koalisi Jokowi.
"Berkaitan dengan koalisi, belum final tapi kami tadi sudah berbicara banyak kemungkinan Partai Gerindra masuk ke koalisi kita," ujar Jokowi di Istana, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).
Halaman 2 dari 2











































