Jorok! Ada Tumpukan Sampah di Bawah Fly Over Cibinong

Jorok! Ada Tumpukan Sampah di Bawah Fly Over Cibinong

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 14 Okt 2019 09:41 WIB
Tumpukan sampah di bawah flyover Cibinong (Foto: Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Tumpukan sampah di bawah flyover Cibinong (Foto: Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Bogor - Ada penumpukan sampah di bawah jembatan layang atau flyover Cibinong, Kabupaten Bogor. Sampah ini menumpuk di bantaran perairan Kalibaru.

Pantauan di lokasi, Senin (14/10/2019), ada banyak jenis sampah di bawah flyover tersebut. Sampah yang berserakan dan menumpuk di bantaran perairan Kalibaru itu terdiri dari sisa sayuran, plastik, hingga kayu-kayu.



Banyak sampah yang tampak menghitam bekas dibakar. Selain itu, ada juga sampah yang terlihat seperti baru dibuang. Lalat pun tampak berseliweran di tumpukan sampah-sampah tersebut.

Terlihat pula, ada plang larangan membuang sampah di bawah flyover itu. Namun, plan itu seolah tak diindahkan warga.



Warga sekitar, Kamto mengatakan, sampah ini dibuang orang-orang yang melintas dengan sepeda motor. Sampah, kata dia, dibuang warga ketika sepi.

"Biasanya yang buang sampah ke sini sehabis Subuh atau pas malam ketika sepi," katanya ketika ditemui di sekitaran lokasi, Senin (14/10/2019).

Kamto mengungkapkan, plang dilarang membuang sampah sudah terpasang dari satu tahunan yang lalu. Namun tetap saja, orang-orang membuang sampah ke bawah fly over.

"Saya juga sering melihat ada yang lempar sampahnya dari atas fly over ke arah sungai," lanjutnya.



Dia menerangkan, tumpukan sampah di bawah fly over ini menimbulkan bau tidak sedap. Agar bau sampah bisa berkurang, warga sekitar terkadang membakar sampah tersebut. Ia menambahkan, sampah di bawah fly over Cibinong ini juga diangkut petugas Dinas Kebersihan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.

"Petugas kebersihan ngangkut sampah di sini juga, tapi enggak setiap hari. Paling RT/RW setempat lapor, makanya petugas datang untuk angkut sampahnya. Kalau tidak salah, terakhir sampah diangkut itu 3 atau 4 bulan yang lalu," ungkap Kamto. (mae/mae)