Pasca-penusukan Wiranto, Pemkab Pandeglang Pantau Pendatang yang Mencurigakan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Minggu, 13 Okt 2019 16:13 WIB
Bupati Pandeglang Irna Narulita saat menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto. (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Serang - Pemkab Pandeglang akan memberlakukan pemantauan dan selektif pada pendatang atau yang menetap. Hal ini bertujuan meminimalkan adanya pendatang yang bisa saja akan memberikan teror pasca-penusukan Menko Polhukam Wiranto oleh Syahrial Alamsyah alias Abu Rara.

"Penting untuk lebih ketat dan selektif dalam menerima pendatang atau tamu yang akan menetap di Pandeglang," kata Bupati Pandeglang Irna Narulita melalui pesan WhatsApp kepada detikcom di Pandeglang, Banten, Minggu (13/10/2019).


Pendatang sendiri diharapkan terbuka terkait tujuan dan profesinya sebagai apa. Pemkab melalui dinas terkait, kecamatan, serta pelibatan RW dan RT, juga akan memberikan edukasi kebangsaan, baik dengan pelibatan TNI maupun Polri. Termasuk pada para pendatang yang tinggal.

"Sehingga meminimalisir teror-teror yang dilakukan para pelaku yang terpapar radikal yang akan mengganggu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan mengganggu stabilitas Pandeglang," ujarnya.



Ia mengatakan penusukan oleh Abu Rara, yang terpapar oleh jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), jadi yang pertama dan terakhir. Pemkab bersama warga Pandeglang sendiri mengutuk keras kejadian itu.

"Kami mengutuk dan memohon permohonan maaf serta doa kami mengiringi kesembuhan Menko Polhukam (Wiranto)," tegasnya.


Selain itu, Irna mengatakan salah satu korban penusukan, yaitu Fuad, yang sempat dirawat di RS Berkah, Pandeglang, sudah makin pulih. Saat ini ia sudah kembali ke keluarganya di Menes. (bri/rvk)