ADVERTISEMENT

Divonis Mati, Begini Sadisnya Teroris Suherman Tembak Polisi di Tol Pejagan

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 13 Okt 2019 13:28 WIB
Pengejaran teroris oleh Densus 88. (Ari/detikcom)


TKP terakhir di Tol Pejagan. Komplotan itu menyerang dua anggota PJR, yakni Ipda Dodon dan Aiptu Widi di Tol Kanci-Pejagan Km 223-200 pada 24 Agustus 2018. Keduanya ditembak Suherman dkk.

"Senjata yang ditembakkan itu senjata milik (Brigadir) Angga," kata Truno.

Ayah Dodon, Saeful M Kardila, menceritakan, anaknya ditembak 7 kali oleh Suherman. Tanpa perikemanusiaan, Suherman memberondong Ipda Dodon dan Aiptu Widi.

"Ada tujuh luka tembak yang ditemukan di tubuh anak saya. Tembakan ada di bagian dada, mulut, bahu kanan, dan tembakan tujuh itu ke punggung," kata Kardila.

Dodon bersama Widi awalnya berniat menegur para pelaku yang tengah duduk di tepi tol. Namun, saat didekati, salah seorang pelaku mengarahkan tembakan ke mulut Dodon.

"Katanya pertama kali itu (tembakan) kena mulutnya (Dodon). Setelah mulut, di dada, bahu kanan, dan punggung," ucap Kardila.


Kardila menceritakan peluru yang bersarang di punggung diduga didapatkan saat Dodon membelakangi pelaku untuk mengambil pistol yang disimpan di mobil patroli.

"Anak saya itu tak bawa senjata saat menegur pelaku. Senjatanya di simpan di mobil. Kemudian terjadi saling tembak, pelaku katanya ada yang kena tembak," kata Kardila.


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT