detikNews
2019/10/12 18:10:20 WIB

Sunan Kuning Mau Tutup

Ada Kode-kode Unik dalam Percakapan PSK Sunan Kuning

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ada Kode-kode Unik dalam Percakapan PSK Sunan Kuning Lokalisasi Sunan Kuning, Semarang, ditutup Agustus 2019. (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Jakarta - Lokalisasi Sunan Kuning, Semarang, akan segera ditutup. Jika tutup, otomatis hal-hal unik tentang lokalisasi ini pun akan tinggal kenangan. Tak terkecuali kode-kode unik yang kerap digunakan oleh para PSK yang biasa mangkal di sana.

Sebagaimana diketahui, lokalisasi Sunan Kuning ini sudah ada sejak 19 Agustus 1966. Pada era 60-an, nama lokalisasi ini memang sudah sangat tersohor.

Dalam perkembangannya, lokalisasi ini ternyata juga menjadi tempat bagi para mahasiswi yang nyambi sebagai PSK. Hal ini diungkap dalam penelitian berjudul 'Sosiolek Pekerja Seks Komersial Berstatus Mahasiswa di Lingkungan Kampus dan Lingkungan Prostitusi' yang ditulis dalam Jurnal Dinamika Sosial Budaya, Volume 19, Nomor 1, Juni 2017. Penelitian ini ditulis oleh R Riana, S Setiadi, dan ED Pratamanti dari Fakultas Hukum, Universitas Semarang.


Menurut penelitian ini, Agustus 2017 jumlah PSK yang tergabung di lokalisasi Sunan Kuning, Semarang, yaitu 457 orang. Dari total PSK tersebut, 136 di antaranya adalah PSK berstatus mahasiswi. Para PSK berstatus mahasiswi ini berkuliah di berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang. Ada pula yang mengambil studi di beberapa kampus kecil di Kendal, Kudus, dan Jepara. Uniknya, ada kode-kode unik dalam obrolan para PSK yang berstatus mahasiswi.

Kode-kode unik terungkap dari subjek penelitian yang diambil 20 persen dari jumlah total PSK berstatus mahasiswi, yaitu 27 orang. Kode-kode ini digunakan untuk menjaga privasi.

"Sesama PSK sering kali menggunakan sosiolek (dialek sosial) ketika berbicara dengan maksud agar tidak keseluruhan topik obrolan mereka dipahami oleh pelanggan atau masyarakat luar. Hal ini dilakukan karena mereka beranggapan tetap mempunyai privasi yang tidak boleh diketahui oleh masyarakat lain," tulis penelitian tersebut.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com