KPAI Minta Pelajar yang Hanya Ikut Demo Tak Dikeluarkan dari Sekolah

KPAI Minta Pelajar yang Hanya Ikut Demo Tak Dikeluarkan dari Sekolah

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 11 Okt 2019 18:46 WIB
Ketua KPAI Dr Susanto MA (Foto: Dokumentasi 20detik)
Ketua KPAI Dr Susanto MA (Foto: Dokumentasi 20detik)
Jakarta - KPAI sudah melakukan pertemuan dengan sekolah dan dinas pendidikan di tiga provinsi yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten untuk tidak mengeluarkan pelajar yang ikut dalam demo di DPR beberapa waktu lalu. KPAI mengingatkan tiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan.

"Kita sudah undang semua sekolah terutama di tingkat provinsi kita ajak diskusi untuk mencari formula terbaik agar anak-anak kita karena kalau misalnya dikeluarkan, memang menjadi jaminan bahwa anak yang bersangkutan menjadi baik? Ini akan menjadi tanggungjawab kita semua," kata Ketua KPAI Susanto, di Kementerian PPA, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019).

Susanto menyebut beberapa sekolah dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat yang diundang KPAI sudah bersepakat untuk tidak mengeluarkan pelajar yang ikut demo. Beberapa sekolah yang datang ke KPAI merupakan sekolah asal para pelajar yang mengikuti demo, tetapi Susanto tak merinci berapa sekolah yang sepakat tidak mengeluarkan pelajar.

"Kemarin sepakat itu (tidak mengeluarkan pelajar) Provinsi banten, Jakarta, Jabar. Untuk yang Magelang kami koordinasikan dulu ya termasuk di Jateng juga kami koordinasikan dulu," ujar Susanto.



Ia menyebut pelajar yang ikut dalam demonstrasi itu adalah korban karena terhasut temannya dan berbagai ajakan yang beredar di media sosial. Susanto meminta tiap sekolah tetap memastikan hak anak atas pendidikannya terpenuhi.

"Terkait hak pendidikannya seperti apa kemarin kita undang dinas pendidikan dan sekolah-sekolah sepakat untuk tidak mengeluarkan. Karena kita satukan pemahaman bahwa bisa saja anak bersalah kita nggak setujui apa yang dilakukan, dia ikut demonstrasi. Tapi apa yang dilakukan itu kan terinspirasi dari terviralisasi dan ajakan ajakan orang yang tidak bertanggungjawab," kata Susanto.

Selanjutnya
Halaman
1 2