Rusuh di Perancis, Pemuka Islam Keluarkan Fatwa
Selasa, 08 Nov 2005 09:48 WIB
Jakarta - Pemuka agama Islam di Perancis telah mengeluarkan fatwa pelarangan umatnya melakukan kerusuhan. Pemerintah Perancis telah menyatakan sikap tegasnya untuk menyudahi kerusuhan massa yang telah merembet ke kota Paris itu. Kendati telah menyatakan sikap tegas, namun di sisi lain pemerintah Perancis mengaku kewalahan dalam menghadapi aksi rusuh massa yang dipicu oleh kematian dua remaja muslim keturunan Arab dan Afrika. Sikap tegas itu diungkapkan Presiden Perancis Jacques Chirac dan Perdana Menteri Perancis Dominique de Villepin yang menjanjikan penanganan kerusuhan secara tegas dan adil.Presiden Chirac mengatakan Perancis akan mengatasi kerusuhan meluas yang melanda sebagian komunitas Afrika dan Arab. Chirac menyatakan tekad itu setelah memimpin pembicaraan krisis menyusul malam kesepuluh tindak kekerasan, pembakaran dan penjarahan, yang sekaligus paling mengerikan.Pemerintah setempat juga telah memberlakukan jam malam di daerah Raincy di pinggiran ibukota Paris mulai Senin malam, sebagai bagian dari upaya menghentikan kerusuhan yang sudah berlangsung 11 hari. Di Toulouse, di kawasan Perancis Selatan, para perusuh membakar sebuah bis dan melempari polisi dengan bom molotov.Seperti yang dikutip BBC, dilaporkan satu orang tewas akibat luka-luka yang dia derita karena mempertahankan mobilnya. Korban tewas diketahui bernama Jean-Jacques Le Chenadec. Pria berumur 61 tahun ini sebelum meninggal sempat koma akibat dipukuli oleh pria yang memakai penutup kepala akhir pekan lalu. Minggu malam sedikitnya 1.400 kendaraan dibakar, 395 orang ditahan dan 36 petugas polisi terluka, termasuk dua orang yang ditembak di Paris. Total korban akibat rusuh massa ini adalah 1 orang tewas, 4.700 kendaraan dibakar, 1.200 orang ditahan, 7 orang dihukum, 108 polisi dan petugas pemadam kebakaran terluka. Data ini diambil pada 7 November waktu setempat.Keadaan di kawasan pinggiran Paris tempat banyak warga keturunan Afrika dan Arab hingga kini masih tegang sejak kematian dua pemuda di Clichy-sous-Bois itu. Kedua remaja itu tewas terkena setruman listrik di sebuah gardu listrik. Penduduk setempat mengatakan mereka panik setelah lari karena dikejar polisi tetapi pihak kepolisian membantahnya.
(mar/)











































