detikNews
2019/10/11 07:54:18 WIB

Fakta 274 Terpidana Mati di Indonesia: Gembong Narkoba hingga Pembunuh Biadab

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 4
Fakta 274 Terpidana Mati di Indonesia: Gembong Narkoba hingga Pembunuh Biadab Gedung Kejaksaan Agung (ari/detikcom)
Jakarta - Eksekusi mati terakhir dilakukan Kejaksaan Agung pada 2017. Setelah itu, Kejaksaan Agung sebagai otoritas tunggal pelaksana eksekusi mati tak lagi melaksanakan tugasnya. Daftar terpidana mati pun semakin bertambah panjang.

"Kita mempunyai sebanyak 274 terpidana mati di seluruh Indonesia," kata Kasubdit Pembinaan Kepribadian Ditjen PAS, Zainal Arifin.

274 Orang itu divonis pidana mati berbagai kasus, yakni 68 pembunuhan, 90 narkotika, 8 perampokan, 1 terorisme, 1 pencurian, 1 kesusilaan, dan 105 pidana lainnya.


Dari 274 orang itu, 26 di antaranya menghuni LP di Jakarta. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta Andika Dwi Prasetya mengatakan dari jumlah itu, mayoritas kasus narkoba.

"Di Jakarta saudara yang dihukum mati ada 26 orang. 23 Orang ada di LP Cipinang dan 3 orang ada di LP Khusus Narkotika Cipinang," kata Andika.

Dari 26 orang tersebut, sebanyak 24 orang pelaku tindak pidana narkotika dan 2 orang terkait kasus pembunuhan. Selain pidana mati, di Jakarta juga ada 96 orang yang dipidana seumur hidup.

Dari 96 orang tersebut sebanyak 77 orang di tempatkan di LP Cipinang, di Lapas Salemba ada 1 orang, di LP Narkotika ada 14 orang. Yang masih di rutan ada 3 orang. Serta ada 1 perempuan di LP Perempuan Pondok Bambu.

"Yang dihukum seumur hidup ini ada kasus pembunuhan 1 orang, teroris 2 orang dan kasus narkoba 93 orang," kata Andika.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com