detikNews
Kamis 10 Oktober 2019, 10:57 WIB

KPK Periksa Eni Saragih Jadi Saksi Tersangka Samin Tan

Ibnu Hariyanto - detikNews
KPK Periksa Eni Saragih Jadi Saksi Tersangka Samin Tan Eni Maulani Saragih di gedung KPK, Kamis (10/10/2019) Foto: Ibnu Hariyanto-detikcom
Jakarta - Penyidik KPK memeriksa mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih terkait kasus dugaan suap. Eni diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Samin Tan.

Eni datang ke KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (10/10/2019). Dia hanya mengatakan dirinya diperiksa untuk Samin Tan.

"Saya ini pemeriksaan atas tersangka Pak Samin Tan. Saya belum ke atas (ruang pemeriksaan) jadi belum tahu apa yang ditanya penyidik," ujarnya.

Dalam jadwal pemeriksaan hari ini Eni memang dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Samin Tan. Dalam kasus ini, Eni sudah divonis oleh pengadilan.




Adapun kasus dugaan suap antara Samin Tan dan Eni itu terkait masalah yang dialami perusahaan Samin, PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT). Permasalahan yang dimaksud terkait perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) generasi 3 di Kalimantan Tengah antara PT AKT dan Kementerian ESDM.

PKP2B PT AKT sebelumnya dihentikan oleh Kementerian ESDM, yang dipimpin Ignasius Jonan. Penghentian itu dilakukan karena PT AKT dianggap telah melakukan pelanggaran kontrak berat. Atas penghentian itu, terjadi proses hukum hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA) yang hasilnya menyatakan keputusan Menteri ESDM soal penghentian PKP2B PT AKT tetap berlaku.


Eni Maulani Saragih di gedung KPK, Kamis (10/10/2019)Eni Maulani Saragih di gedung KPK, Kamis (10/10/2019) Foto: Ibnu Hariyanto-detikcom


Dalam proses menuju pengajuan banding terhadap putusan PTUN tentang terminasi itu, Eni menjanjikan bisa membantu Samin Tan dalam urusan dengan keputusan terminasi oleh Kementerian ESDM. Duit Rp 5 miliar pun diduga diserahkan agar Eni membantu mengurus hal tersebut.

Dari situ, Eni disebut sampai mengancam akan mempermalukan Jonan dalam rapat di DPR. Namun, sebagaimana diketahui, pada akhirnya pemerintah tetap menang hingga putusan terminasi terhadap kerja sama dengan PT AKT berkekuatan hukum tetap lewat putusan kasasi di MA.


Divonis 6 Tahun Penjara, Eni Saragih: Saya Akui Bersalah
(ibh/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com